nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dilarang Nyalakan Mercon dan Kembang Api saat Perayaan Tahun Baru di Bali

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 23:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 21 244 1994505 dilarang-nyalakan-mercon-dan-kembang-api-saat-perayaan-tahun-baru-di-bali-4Do9ngg74F.jpg Ilustrasi Penjual Petasan dan Kembang Api (foto: Okezone)

DENPASAR - Serangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, sering diiringi pesta kembang api, petasan dan mercon. Tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar melarang warga membunyikan petasan dan mercon saat menyambut Natal dan Tahun Baru.

Larangan ini untuk menghindari adanya gangguan keamanan serta bahaya lainnya akibat main mercon. Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Anom Sayoga, mengatakan, larangan membunyikan petasan, mercon dan sejenisnya sudah disampaikan kepada masing-masing desa melalui surat edaran.

(Baca Juga: Warga Banda Aceh Dilarang Pesta Kembang Api dan Tiup Terompet Malam Tahun Baru 2019) 

"Kita Harap agar warga tetap menjaga kondusivitas dan kenyamanan saat merayakan Natal dan Tahun Baru 2019 ini,” kata Dewa.

 

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/3036/Satpol.PP/2018 yang telah ditandatangani Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar. Surat edaran tersebut sudah diberikan kepada Bendesa Adat se -Kota Denpasar.

“Dalam surat edaran tersebut, warga dilarang menjual dan membunyikan petasan, mercon dan kembang api. Pelarangan penyalaan mercon dan kembang api ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Selain mercon dan kembang api, Dewa juga menyampaikan penggunaan petasan dari paralon dan bambu juga tidak diizinkan. Mengingat hal ini sangat mengganggu kenyaman dari masyarakat lainnya.

Meski demikian, animo masyarakat untuk menyalakan kembang api saat malam puncak menyambut tahun baru pasti tetap ada. Untuk itu, pihaknya mengaku larangan penyalaan kembang api tersebut dikecualikan untuk di sejumlah titik seperti lapangan umum dan pantai.

“Untuk kembang api penggunaannya dibatasi hanya saat malam puncak tahun baru dan itupun tempatnya telah ditentukan seperti di lapangan dan di pantai. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

(Baca Juga: Libur Natal & Tahun Baru, Berikut Titik Rawan Bencana dan Kecelakaan di Jabar) 

Namun, jika ada warga yang melanggar surat edaran tersebut, yang bersangkutan akan dikenakan sanksi dan denda mengingat penyalaan mercon bertentangan dengan Perda No.1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

“Nanti kalau ada yang bandel membunyikan petasan dan kembang api akan kami tertibkan. Sesuai Perda No 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, warga dapat dikenakan sanksi tipiring,” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini