nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawal Pemilu dan Tumpas Separatisme Jadi Tugas TNI di 2019

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 21 337 1994210 kawal-pemilu-dan-tumpas-separatisme-jadi-tugas-tni-di-2019-iwloiLLJMq.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, keamanan nasional dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan sinergi antara aparat TNI-Polri. Sejumlah aksi unjuk rasa dengan skala besar sukses diantisipasi dengan sinergi kedua institusi penegak hukum tersebut.

Bencana alam yang terjadi di beberapa daerah juga berhasil ditangani dengan baik oleh TNI yang bahu-membahu membantu Pemda setempat.

Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berujar, secara internal, TNI juga mencapai level profesional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga kedaulatan NKRI dengan penngkatan organisasi di wilayah Timur Indonesia, seperti Koarmada lll, Koopsau lll, Pasmar lll dan Divisi 3 Kostrad.

"Beberapa program modernisasi alutsista juga tercapai tepat waktu, seperti kedatangan kapal selam baru dan skuadron tempur," kata Susaningtyas dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Wanita yang karib disapa Nuning ini menjelaskan, secara regional, TNI juga sukses menggelar berbagai operasi bersama dengan militer negara tetangga. Patroli terkoordinasi dilaksanakan di beberapa wilayah perbatasan maritim. Gejolak Laut Cina Selatan juga berhasil diantisipasi TNI melalui diplomasi pertahanan yang mengagumkan.

"TNI juga berhasil menjabarkan pilar kelima poros maritim dunia sebagai bentuk pertahanan maritim di Laut Natuna Utara mengantisipasi skenario terburuk pecahnya konflik Laut Cina Selatan.

TNI

Harapan ke depan adalah konsentrasi TNI mengawal pesta demokrasi Pemilu 2019 dengan aman, damai dan netral," paparnya.

Ditambahkan Nuning, banyaknya purnawirawan TNI yang berafiliasi kepada parpol tertentu hendaknya tidak memengaruhi pejabat TNI yang masih aktif.

TNI kata dia, juga harus menyelesaikan isu separatisme di Papua dengan mekanisme peraturan internasional sebagaimana diatur oleh PBB.

"Separatisme juga terjadi di berbagai belahan dunia dan ditangani secara profesional oleh militer negara-negara tersebut. Isu separatisme di Catalunya diselesaikan dengan cepat dan senyap oleh militer Spanyol. Bahkan Uni Eropa juga secara tegas membantu pemerintah Spanyol membasmi sparatisme Catalunya," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini