Cerita Pedagang Seafood Selamat dari Tsunami Banten: Saya Lari dan Langsung Naik ke Tower

Rasyid Ridho , Sindonews · Rabu 26 Desember 2018 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 26 340 1995913 cerita-pedagang-seafood-selamat-dari-tsunami-banten-saya-lari-dan-langsung-naik-ke-atas-tower-IkS2sGf8CS.jpg Yaya, Pedangang Seafood yang Selamat dari Terjangan Tsunami di Anyer, Banten (foto: Rasyid Ridho/Sindonews)

SERANG - Yaya (45) warga Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang berhasil selamat dari terjangan Tsunami di Selat Sunda yang memporak-porandakan kawasan pesisir Anyer, Banten. Lalu bagaimana cerita Yaya bisa selamat dari terjangan tsunami?

Pedagang makanan seafood itu menceritakan detik-detik saat tsunami menerjang wilayah Cinangka, Kabupaten Serang. Pada malam itu, dirinya sedang melayani lima konsumen di warungnya.

(Baca Juga: "Saya Terguling-guling Diterjang Tsunami") 

Foto Udara Kondisi Pesisir Pantai Banten pada Hari ke-2 Pascatsunami

Namun saat akan menyajikan makanan, ombak pertama datang setinggi lutut kaki orang dewasa masuk hingga ke dalam lapak dagangannya. Pada saat gelombang air kedua dirinya bersama yang lain memutuskan untuk melarikan diri ketempat yang lebih tinggi.

"Waktu itu tiga kali datangnya ombak, pertama selutut, kedua sebahu, ketiga itu 7 sampai 8 meter," kata Yaya.

Dia dan semua orang yang berada di lokasi harus berjibaku di dalam gulungan ombak hingga terlempar hempasan gelombang air hingga ke sebrang jalanan dengan kondisi dataran lebih tinggi.

Beruntung, dia masih sempat untuk menyelamatkan diri ke atas tower BTS yang berada di sebrang jalan. "Saya lari ke seberang pantai, langsung naik ke atas tower jaringan setinggi 8 meter. Saya liat yang lain kehempas," ujarnya.

(Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Diguyur Hujan, BMKG Waspadai Potensi Tsunami) 

Akibat terjangan gelombang tersebut, kakaknya Muksin dan lima pembeli di warugnya terluka parah dengan kondisi tak berdaya akibat terjangan gelombang tsunami. "Semuanya sekarang masih dirawat di puskesmas. Itu gara-gara kayu, pohon," katanya.

Saat ini, Yaya hanya bisa bersyukur dapat selamat dari bencana tsunami meskipun warung tempat usahanya mencari nafkah hancur digulung ombak.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini