nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Penonton Pertunjukan Pesta Seks di Yogya Lolos dari Jeratan Hukum

Harian Jogja, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 20:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 27 510 1996826 10-penonton-pertunjukan-pesta-seks-di-yogya-lolos-dari-jeratan-hukum-vq3QyQJ8Vt.jpg ilustrasi (stutterstock)

YOGYAKARTA - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memeriksa 15 orang mulai dari tersangka sampai pemilik homestay terkait kasus pertunjukan pesta seks di Sleman beberapa waktu lalu. Saat ini tersangka yang ditetapkan baru dua orang, sementara 10 orang lainnya yang menyaksikan pertunjukan pesta seks tersebut lolos dari jeratan tersangka.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan pihaknya belum menambah tersangka lainnya selain dua orang yang sudah ditetapkan. "Updatenya baru dua (tersangka)," katanya saat ditemui di Mapolda DIY, Kamis (27/12/2018).

Sementara itu pihaknya sudah memeriksa total 15 orang baik tersangka, saksi maupun pemilik homestay. "Pemilik homestay juga sudah diperiksa. Selain itu, juga ada penjaga (homestay), dan anggota polisi yang melakukan penggerabekan juga di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Yuliyanto seperti dilansir HarianJogja.

(Baca juga: 5 Fakta Mencengangkan Pesta Seks di Yogya, Nomor 4 Sungguh Terlalu)

Ia menargetkan berkas kasus tersebut akan dimasukkan ke kejaksaan pada awal Januari. Sementara itu, dua orang tersangka AS dan HK dalam kondisi tidak ditahan, hanya wajib lapor.

View this post on Instagram

JAKARTA – Internet menjadi jendela informasi di era milenial saat ini. Berbagai macam konten di internet tersedia, mulai dari berita, hiburan, pendidikan, hingga konten dewasa. ... Khusus konten dewasa atau situs porno, selalu menjadi PR bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk terus melacak dan memblokirnya. .... Pada Agustus 2018, Kominfo memerintahkan 15 penyedia layanan internet (ISP) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memblokir gambar pornografi yang ada di mesin pencari. Pemblokiran dilakukan dengan menerapkan safe mode di seluruh mesin pencari ISP. ... Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan mengakui memang rumit untuk memblokir konten pornografi berdasarkan kata kunci. Pasalnya para pengunggah terus memperbarui kata kunci untuk konten pornografi. Seringkali konten pornografi muncul tanpa kata kunci eksplisit. ... Sementara itu, melalui data dari salah satu penyedia konten dewasa, warga Indonesia paling banyak mengakses situs porno di perangkat ponsel dibanding lewat komputer. Data mengungkap bahwa Indonesia masih menjadi negara yang gemar mengonsumsi konten porno, meskipun pemblokiran terus dilakukan pemerintah. ... Melalui data Similarweb diketahui pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu selama 3 menit 36 detik untuk menonton film porno di internet. ... Menurut data rekapitulasi statistik, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam pencarian film porno bertema 'ayah'. Indonesia berada di bawah Filipina, Thailand, dan Pakistan. ... Sedangkan pada 2015, Indonesia berada di peringkat ke-12 dunia di bawah Lesoto, Papua Nugini, dan Malaysia dalam hal pencarian film porno dengan kata kunci "perempuan hamil". ... Masih di tahun yang sama, jumlah milenial Indonesia pengakses situs porno paling banyak nomor dua di bawah India. Komposisi milenial sebanyak 74 persen dan yang lebih tua sejumlah 26 persen. Indonesia, menurut data itu, memang menjadi bagian dari statistik besar industri film porno dunia. #TauCepatTanpaBatas #Okezone #okezonecom #health

A post shared by Okezone.com (@okezonecom) on

Pihak Polda DIY melakukan penggerebekan pada Selasa 11 Desember 2018 dan langsung mengamankan 12 orang. Kemudian yang sudah ditetapkan tersangka hanya dua orang, ke-10 orang lainnya saksi dan terlibat dalam kasus pesta seks tersebut hanya menonton saja.

(Baca juga: Tersangka Pesta Seks Yogya Juga Biarkan Istrinya Disetubuhi Pria Lain)

Yuliyanto mengatakan setelah pemeriksaan, ke-12 orang tersebut dapat dikatakan saling kenal satu sama lainnya. Tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu 298 KUHP tentang pencabulan dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia. Keduanya diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini