nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkot Tangsel Keluarkan Surat Edaran soal Perayaan Tahun Baru 2019

Hambali, Jurnalis · Sabtu 29 Desember 2018 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 29 338 1997415 pemkot-tangsel-keluarkan-surat-edaran-soal-perayaan-tahun-baru-2019-I0o5FAcbbW.jpg Ilustrasi Malam Tahun Baru (Foto: Okezone)

TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan perayaan malam pergantian tahun baru 2019. Dalam surat itu disebutkan, tak ada kegiatan yang bersifat hura-hura demi menunjukkan rasa empati kepada korban musibah bencana di berbagai daerah di tanah air.

Sebagaimana diketahui, surat edaran itu bernomor: 338/3100/Pem Tentang Himbauan Menyambut Tahun Baru 2019. Terlihat dari isi surat, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menandatanganinya pada Jumat 28 Desember 2018.

"Ini bentuk surat imbauan kepada masyarakat luas yang ada di wilayah Kota Tangsel, agar tidak mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang sifatnya hura-hura, karena saudara-saudara kita di daerah lain banyak yang sedang mendapat musibah," katanya dikonfirmasi Okezone.

Baca Juga: Rescue Perindo Sambangi Desa Terdampak Tsunami Banten

Surat Edaran

Surat edaran itu berisi 4 poin yang selaras dengan motto Kota Tangsel, Cerdas Modern dan Religius, yakni ;

1. Memerhatikan terjadinya bencana, musibah di sebagian wilayah Indonesia. Maka sebagai bentuk empati dan keprihatinan atas kejadian tersebut, agar tidak melakukan kegiatan yang berlebihan (hura-hura) dan tidak bermanfaat, serta perbuatan yang melanggar norma hukum dan agama.

2. Agar masyarakat tidak membunyikan atau membakar petasan, kembang api yang dapat menimbulkan ledakan, tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor, dan mengumpulkan massa tanpa izin dari pihak yang berwenang.

3. Agar para orangtua mengawasi dan mengarahkan putra-putrinya untuk tidak melakukan atau mengikuti kegiatan yang bersifat hura-hura pada pergantian tahun.

4. Memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk meningkatkan ibadah, rasa keprihatinan, kepedulian dan kepekaan sosial, serta menjaga ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut dikatakan Davnie, pada malam pergantian tahun akan diadakan taushiyah atau semacam refleksi akhir tahun. Masyarakat luas pun diimbau untuk mengikuti pagelaran taushiyah di sejumlah lokasi, baik di masjid dan musala.

"Nanti untuk lokasi taushiyah bisa dikomunikasikan dengan MUI maupun Kemenag (Tangsel). Karena sudah ada surat untuk taushiyah itu dari Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI). Nanti selain dzikir dan shalawat, ada pula donasi Gerakan Peduli Bencana bagi korban tsunami di Banten dan Lampung," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini