nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesaksian Wanita Hamil 8 Bulan Selamat dari Terjangan Tsunami Selat Sunda

Antara, Jurnalis · Sabtu 29 Desember 2018 11:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 29 340 1997443 kesaksian-wanita-hamil-8-bulan-selamat-dari-terjangan-tsunami-selat-sunda-mc7jihHoOg.jpg Masturiah yang hamil delapan bulan selamat dari terjangan tsunami Selat Sunda. (Foto: Ist)

LAMPUNG SELATAN – Masturiah (19) yang sedang hamil delapan bulan menjadi salah satu korban selamat terjangan gelombang besar tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Padahal, tsunami pada Sabtu 22 Desember 2018 malam itu menimbulkan ratusan korban jiwa dan banyak kerusakan.

"Alhamdulillah saya bisa selamat," demikian kesaksikan Masturiah (19), warga Desa Way Muli Tumur, di Lampung Selatan, Jumat 28 Desember 2018, sebagaimana dikutip dari Antaranews.

(Baca juga: Di Balik Tsunami Selat Sunda: Bocah Kini Takut ke Pantai hingga Warga Mengungsi ke Hutan)

Dia menjelaskan, sebelum terjadinya tsunami, saat itu dirinya sedang tidur di dalam kamar. Masturiah juga tidak mendengar ada keributan ataupun suara warga berlarian yang berada di bawah.

"Kebetulan rumah kami berada sedikit di atas dan tidak membelakangi laut. Ibu saya saat itu dibangunkan oleh warga memberitahukan ada tsunami, terus ibu saya membangunkann saya. Dari situ saya langsung keluar kamar dan refleks sama ibu saya lari ke atas gunung," ujar Masturiah menceritakan peristiwa itu.

Ia mengaku tidak percaya bisa selamat dari terjangan tsunami. Hal yang dirasakan Masturiah saat itu terus berlari dan berlari ke perbukitan setinggi-tingginya dan semampunya.

"Sudah tidak berpikir lagi tentang barang-barang, tahunya sudah lari saja. Pertama kali saya lari tidak di sini, lebih tinggi lagi, bahkan di atas saya masih ada orang lain yang lebih tinggi," ungkap dia.

(Baca juga: Ambil Jenazah Aa Jimmy serta Istri, Keluarga Dikenakan Biaya Rp14,5 Juta)

Usai kejadian tsunami, Masturiah sangat menghawatirkan kondisi bayinya yang masih dalam kandungan selama delapan bulan. Ia khawatir terjadi apa-apa terhadap bayinya.

"Alhamdulillah tadi sudah diperiksa sama dokter, katanya anak saya baik-baik saja," tutur Masturiah.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini