Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menikmati Hutan Mangrove dan Padang Lamun di Pengudang Bintan

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Senin, 31 Desember 2018 |15:05 WIB
Menikmati Hutan Mangrove dan Padang Lamun di Pengudang Bintan
Ilustrasi hutan mangrove (Foto: Pexels)
A
A
A

“Aktivitas nelayan penangkap ketam juga menjadi daya tarik tersendiri. Nelayan setempat biasa menangkap ketam dengan bubu. Jika beruntung, wisatawan pun bisa menyaksikan kawanan monyet yang bergelantungan di pohon. Ada pula berang-berang, biawak, dan beberapa jenis burung,” ungkapnya.

Melengkapi perjalanan tersebut, wisatawan bisa melihat keberadaan Batu Junjung. Dinamakan demikian, karena batu ini seolah-olah dijunjung oleh bebatuan lain. Namun, turis mancanegara asal Singapura lebih suka menyebutnya Philips Rock’s.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menambahkan, wisatawan yang berkunjung di Pengudang Mangrove tidak hanya bisa berwisata di darat. Bagi yang suka menyelam, ada beberapa tempat yang biasa dipakai untuk aktivitas snorkeling. Wisatawan bisa bermain dengan ikan-ikan kecil dan menjelajah padang lamun.

“Sesekali juga akan muncul penyu dan ikan duyung di antara padang lamun tersebut. Sebab, kawasan laut Pengudang adalah daerah konservasi padang lamun, penyu hingga kuda laut. Termasuk ikan duyung atau dugong,” jelasnya.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), duyung merupakan hewan rentan punah. Duyung juga termasuk satwa yang dilindungi pemerintah, berdasarkan PP No.7/ 1999. Kehidupan duyung bergantung pada keberadan padang lamun. Lamun bukan hanya sebagai rumah, tetapi juga makanan bagi satwa tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement