nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov Jabar Siapkan Master Plan Ketangguhan Hidup Hadapi Bencana

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 15:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 02 525 1998980 pemprov-jabar-siapkan-master-plan-ketangguhan-hidup-hadapi-bencana-sIofClMQCq.jpg Ridwan Kamil meninjau longsor Sukabumi (Foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan master plan atau blue print ketangguhan hidup dengan bencana. Di dalamnya akan ada edukasi untuk masyarakat tentang kebencanaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau lokasi bencana longsor yang terjadi di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1/19).

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan master plan ketangguhan hidup dengan bencana. Di dalamnya itu ada edukasi (tentang kebencanaan)," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

 Baca juga: Polisi: Korban Tewas Longsor Sukabumi 13 Orang, 21 Belum Ditemukan

Bahkan, lanjutnya, beberapa sekolah di Karawang sudah mulai memasukkan kurikulung untuk tanggap terhadap bencana. “Jadi, itu sudah kami lakukan tanpa harus dilakukan secara formal sambil diformalkan melalui dokumen yang kita siapkan di 2019," tambahnya.

Lebih lanjut, Emil pun menjelaskan bahwa 60% kebencanaan hidrologis terjadi di Jawa Barat. Karakter alam Jawa Barat menuntut masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana, sehingga bisa mengurangi risiko kebencanaan.

 Longsor Sukabumi (BNPB)

"60 persen kebencanaan hidrologis itu terjadinya di Jawa Barat. Ada atau nggak ada manusia karakter alamnya memang begitu. Ada manusia menambahi risikonya. Jadi, saya kira kita atur," tutur Emil.

 Baca juga: Fakta Longsor Sukabumi: 30 Rumah Tertimbun hingga Lokasinya Tak Layak Huni

Untuk itu, Emil menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jawa Barat mewaspadai potensi kebencanaan di daerahnya. Dia mengungkapkan bahwa secara geografis, wilayah tengah ke selatan Jawa Barat mempunyai potensi kebencanaan berupa longsor dan wilayah tengah ke utara mempunyai potensi kebencanaan yaitu banjir.

"Oleh karena itu, saya menginstruksikan agar mewaspadai kepada seluruh kepala daerah kalau longsor ini secara grafisnya kebanyakan (Jawa Barat) tengah ke selatan. Kalau tengah ke utara rata-rata peristiwa (bencananya) lebih banyak banjir," jelas Emil.

"Kenapa? Karena secara geologis (Jawa Barat) tengah ke selatan itu miringnya curam. Dari tengah ke utara relatif rata," tambahnya.

 Longsor Sukabumi (BNPB)

Sementara itu, terkait bencana longsor yang terjadi di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hingga Pukul 11.00 WIB jumlah korban meninggal yang terevakuasi sudah mencapai 13 orang. Korban hilang sebanyak 21 orang dan korban yang telah teridentifikasi sebanyak delapan orang.

 Baca juga: Alat Berat dan Anjing Pelacak K9 Dikerahkan Cari Korban Longsor Sukabumi

"Kami akan terus melakukan upaya, tidak akan berhenti sampai yang hilang terus ditemukan," ucap Emil saat meninjau.

Longsor yang terjadi pada Senin petang, 31 Desember 2018, pukul 17.30 WIB ini, disebabkan hujan deras yang mengguyur desa. Akibatnya, terjadi aliran permukaan di areal hutan dan persawahan dari perbukitan di lokasi kejadian. Aliran air yang ekstrim kemudian menyebabkan material perbukitan meluncur menuruni lereng dan menimbun 30 unit rumah dan 32 kepala keluarga (103 jiwa) terdampak.

"Hari ini kita lihat rumah-rumah itu tidak di lereng, secara kearifan lokal posisinya sudah menyesuaikan," tukas Emil.

"Yang terjadi adalah ada aliran air yang ekstrem, sehingga tanahnya menjadi labil dan terjadi longsoran yang menggelinding menghabiskan satu kampung yang secara posisi sudah berada di tanah datar," paparnya.

 Baca juga: Pencarian 20 Korban Longsor di Sukabumi Dilanjutkan Pagi Ini

BPBD Provinsi Jawa Barat mencatat pada 2018 terjadi 1.560-an bencana di Jawa Barat. 550-an diantaranya merupakan bencana longsor.

"Memang bencana longsor ini di Jawa Barat termasuk bencana yg paling banyak. Tercatat di 2018 jumlah bencana yang tercatat di BPBD Jawa Barat ada 1.560-an bencana dan 550-an di antaranya adalah longsor," ungkap Emil.

Bagi Emil, 2018 menjadi refleksi agar hidup lebih bijaksana dan arif dengan alam.

"Tahun 2018 memang saya renungkan tahun yang bencananya paling banyak luar biasa. Jadi, refleksi kita juga agar hidup lebih bijaksana dan lebih arif," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini