nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengungsi Tsunami di Kantor Gubernur Lampung Mulai Berkurang

Antara, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 10:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 04 340 1999793 pengungsi-tsunami-di-kantor-gubernur-lampung-mulai-berkurang-DxBimGk2z5.jpg Pengungsi korban tsunami di Lampung. (Foto: Heri Fulistiawan/iNews)

BANDAR LAMPUNG – Jumlah pengungsi terdampak tsunami Selat Sunda yang berada di Kantor Gubernur Lampung mulai berkurang. Dari sebelumnya berjumlah 3.500 orang, saat ini tersisa sekira 153 orang.

"Jumlah pengungsi di sini sudah mulai berkurang. Yang tadinya 3.500 orang, tetapi saat ini hanya tinggal sekitar 153 orang," kata Ketua Koordinator Wilayah Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Lampung, Imam Setiawan, di Bandar lampung, seperti dinukil dari Antaranews, Jumat (4/1/2019).

(Baca juga: Presiden Jokowi Tinjau Korban Tsunami Selat Sunda di Lampung)

Ia menjelaskan bahwa Tim Tagana yang dibantu oleh babinsa, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan personel Satuan Polisi Pamong Praja akan melakukan sosialisasi kepada para pengungsi terkait peringatan tanggap bencana yang hanya sampai pada Sabtu 5 Januari.

"Kami harus lakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena tanggap darurat hanya sampai tanggal 5 Januari 2019. Jadi, kemungkinan dapur umum akan tutup pada tanggal segitu," kata dia.

Imam menjelaskan bahwa sampai saat ini jumlah pengungsi yang masih berada ada di Kantor Gubernur Lampung yaitu 153 jiwa atau 36 kepala keluarga. "Semua sudah kita data, baik yang ada di parkiran bawah Balai Keratun, di tenda, dan di depan kantor gubernur," papar dia.

(Baca juga: Detik-Detik Video dari Dekat Kawah Gunung Anak Krakatau Meletus Sore Tadi)

Imam mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar tidak percaya terhadap beredarnya berbagai informasi dan segala isu yang tidak benar.

Pihaknya meminta berbagai kalangan masyarakat setempat untuk mencari informasi dari sumber yang resmi terkait dengan tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu itu dan penanganan terhadap bencana alam tersebut.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini