Survei Jokowi-Ma'ruf Positif, TKN Minta Jangan Cepat Puas

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 14:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 605 2002027 survei-jokowi-ma-ruf-positif-tkn-minta-jangan-cepat-puas-gIGa8u5WUB.jpg Hasto Kristiyanto, Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin mengakui pasangan calonnya mendapatkan hasil positif di survei Pilpres 2019. Namun, ia meminta tim kampanye dan partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) terus bekerja keras dan tidak cepat puas.

"Terus bekerja keras dan tidak cepat puas," katanya kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (9/1/2019).

(Baca Juga: Hadapi Debat Pilpres, Hanura: Jokowi 'Sersan' Saja, Serius Tapi Santai

Hasto menjelaskan, hasil survei Indikator Politik Indonesia yang digawangi Burhanuddin Muhtadi menyebutkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin 54.9% dibandingkan Prabowo-Sandi 34.8% dengan undecided 9.2% membuktikan, masyarakat tidak terpengaruh oleh hoaks.

“Hal positif dari survei tersebut semakin memperkuat dalil pokok strategi kami bahwa rakyat menghargai pemikiran dan tindakan positif rakyat lebih mengapresiasi politik santun dan rakyat berpikir kritis serta jernih, dan tidak terpengaruh hoaks. Dengan demikian, the power of positive thinking-lah yang menjadi keunggulan Jokowi-KH Ma’ruf Amin," katanya.

Jokowi-Maruf Amin

(Baca Juga: Fadli Zon Yakin Selisih 20% Suara Prabowo dari Jokowi Terkejar Bulan Ini

Hasto menambahkan, banyaknya berita bohong yang beredar malah membuat sikap militansi para kader dan masyarakat meningkat bahkan di luar pemilih Jokowi-Ma'ruf.

“Terbukti bahwa hoaks dan fitnah hanya berdampak pada peningkatan militansi parpol dan tim kampanye masing-masing, tetapi tidak memiliki dampak elektoral yang signifikan. Rakyat juga menilai bahwa Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang menjadi korban fitnah," tambahnya.

Atas hasil survei itulah, Hasto mempercayai Jokowi berkomitmen untuk hijrah dari politik hoaks menuju wajah politik yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan. "Selamat tinggal politik hoaks dan fitnah, berpolitiklah dengan cara-cara yang mencerahkan," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini