nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakistan Larang Saluran Televisinya Menayangkan "Adegan Ranjang"

Indi Safitri , Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 14:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 10 18 2002603 pakistan-larang-saluran-televisinya-menayangkan-adegan-ranjang-q9VcKRdnUz.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

ISLAMABAD – Otoritas media Pakistan telah melarang stasiun televisi di negara itu untuk menampilkan adegan intim antara pasangan atau adegan ranjang dalam program-program siarannya. Hal itu disampaikan oleh Otoritas Pengatur Media Elektronik Pakistan (Pemra) pada Rabu, 9 Januari.

Pemra menyerukan stasiun televisi untuk menghormati pedoman media yang ada di negara itu dan menahan diri untuk menayangkan konten yang tidak menggambarkan masyarakat Pakistan.

Regulator media negara konservatif itu juga telah menjabarkan sejumlah keluhan atas banyaknya konten feminis dan memperingatkan bahwa “tema yang berani” itu dapat menyinggung penonton.

"Tren maraknya penayangan tema yang cukup berani di industri drama Pakistan telah menghasilkan keluhan publik yang besar," kata Pemra sebagaimana dilansir AFP, Kamis (10/1/2019).

"Adegan tidak senonoh, dialog tak pantas, hubungan di luar nikah, kekerasan, pakaian yang tidak pantas, adegan pemerkosaan, belaian, adegan ranjang, penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol, momen intim di antara pasangan telah diagung-agungkan dengan mengabaikan budaya dan nilai-nilai Pakistan,” lanjutnya.

Menurut data dari Pemra dan Gallup Pakistan, drama dan sinetron Pakistan, yang banyak di antaranya berusaha menantang tabu konservatif negara yang sangat patriarkal itu, sangatlah populer.

Banyak di antara tayangan tersebut yang menampilkan alur cerita yang menggambarkan isu-isu sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, dan kebencian terhadap wanita.

Namun, para aktivis justru sebelumnya menerima beberapa tayangan tersebut yang menurut mereka memiliki potensi kuat untuk membawa perubahan dalam masyarakat.

Tahun lalu, sebuah opera sabun yang mendramatisasi kehidupan bintang media sosial Pakistan, Qandeel Baloch, yang terkenal karena swafoto provokatifnya, sampai pembunuhan yang mengejutkan oleh kakaknya pada 2016, menduduki puncak teratas.

Acara-acara lain menyoroti isu-isu yang disebut pembunuhan "kehormatan" dan pernikahan paksa juga menjadi sukses, meskipun menjadi sasaran komentar-komentar pedas di media sosial, dengan orang-orang yang menuduh saluran televisi Pakistan sebagai penyebar hal-hal vulgar dan penghancur nilai-nilai sosial.

Dalam pernyataannya, Pemra mengatakan tayangan semacam itu "menggambarkan citra perempuan yang telah usang dan hanya membatasi dirinya pada isu-isu feminis, mengabaikan anak-anak, remaja, dan pria.”

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini