Ubah Visi Misi, TKN Jokowi: Sebaiknya Prabowo Kibarkan Bendera Putih

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 21:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 605 2003363 ubah-visi-misi-tkn-jokowi-sebaiknya-prabowo-kibarkan-bendera-putih-LqbqzXLXoP.jpg Arya Sinulingga, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Achmad Fardiansyah)

JAKARTA - Arya Sinulingga, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyarankan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mundur. Sebab, capres-cawapres nomor urut 02 itu ingin mengubah visi misinya.

Arya menilai permintaan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang ingin mengubah visi misi menandakan ketidaksiapan program untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.

loading...

"Kalau visi misi enggak jelas, maka program enggak jelas. Kalau program enggak jelas ke sananya akan enggak jelas. Saya sih kasihan sama mereka, bagus mundur aja, santai, aduh saya enggak rela gitu kasihan," katanya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

(Baca Juga: Bawaslu Hentikan Kasus Pose Dua Jari Anies Baswedan)

Visi misi

Politikus Partai Perindo ini menuturkan, pengantian visi misi merupakan hal yang tidak pantas sebagai kandidat capres-cawapres. Sebab, visi misi merupakan cerminan program yang akan diterapkan nanti.

"Ini menunjukkan mereka tidak layak maju jadi calon prasiden. Jadi, lebih baik mundur saja, kibarkan bendera putih," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, BPN Prabowo-Sandiaga ingin mengubah visi misi. Namun, ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) lantaran sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Perubahan terjadi pada slogan yang sebelumnya, terdapat kata “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia” dihilangkan, dan diganti dengan “Indonesia Menang”.

(Baca Juga: Ketua BPN Prabowo: Kalau Bu Mega Pusing Minum Bodrex)

Prabowo-Sandiaga

Kemudian, perubahan dalam visi yang lebih pendek. Jika salinan sebelumnya visi tertulis “Terwujudnya bangsa dan negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antarwarga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara.”

Dalam visi yang baru kalimat menjadi lebih pendek. “Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, relijius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945."

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini