nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantah Jemput Paksa, Polisi Klaim Hanya Cek Kondisi Kesehatan Hartono Karjadi di Singapura

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 17:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 12 337 2003579 bantah-jemput-paksa-polisi-klaim-hanya-cek-kondisi-kesehatan-hartono-karjadi-di-singapura-G8JO9NeuZY.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mabes Polri membantah melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan akta tanah Hotel Kuta Paradiso, Hartono Karjadi yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura.

Bahkan Kepolisian Daerah (Polda) Bali menantang pihak Hartono Karjadi untuk memberi klarifikasi terkait rekaman CCTV kedatangan dua orang penyidik yang diklaim hendak menjemput paksa dirinya saat berada di Singapura.

"Dia harus pertanggungjawabkan apa yang sudah dia katakan, jangan bisanya bicara di media sana sini, kalau perlu datanglah (Polda Bali), biar semuanya jelas," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bali Kombes Pom Juliar Kus Nugroho yang dihubungi wartawan, Sabtu (12/1/2019).

 

Mengenai rekaman CCTV yang diklaim pihak Karjadi bahwa ada dua orang penyidik Polda Bali datang pada November 2018 ke Singapura untuk menjemput paksa tanpa membawa surat perintah penangkapan itu, Juliar membantahnya.

(Baca Juga: Polri Bantah Jemput Paksa Buronan Hartono Tanpa Izin Otoritas Singapura) 

Ia menjelaskan bahwa kedatangan kedua penyidik ke Singapura, hanya untuk memastikan kabar kesehatannya yang sebelumnya disampaikan sedang sakit dan menjalani perawatan medis.

"Karena panggilan pertama dan kedua dia tidak juga hadir, alasannya sakit, makanya kita kirim tim untuk mengecek apa benar dia sakit, itu saja, bukan malah penangkapan, ada prosedur penanganan hukum di sini yang kita jalankan," tegasnya.

Dia menambahkan, dua anggotanya datang menengok kondisi kesehatan tersangka bukan di bulan November 2018, melainkan tugas ke Singapura yang merupakan rangkaian dari penyidikannya itu dilaksanakan pada Oktober 2018.

"Jadi yang dikatakan bulan November itu siapa, itu tidak relevansi, karena penyidikan tim ke Singapura itu di bulan Oktober," kata dia.

Saat disinggung apakah Polda Bali akan mengambil langkah hukum tegas terhadap tuduhan Karjadi, Juliar menjawab diplomatis. "Persoalan itu masih kita pelajari dan untuk sementara ini kita masih fokus ke proses penyidikannya," sambung dia.

Dijelaskannya, bahwa kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan akta tanah Hotel Kuta Paradiso ini masih berjalan dalam tahap penyidikan.

"Penyidikannya tinggal menunggu pemeriksaan tersangka saja. Jadi langkah ini tindak lanjut dari putusan praperadilan yang sebelumnya sudah memenangkan Mabes Polri dan Polda Bali," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini