Bawaslu Hentikan Kasus Pose 2 Jari, TKN: Harusnya Anies Diberi Sanksi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 05:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 12 605 2003425 bawaslu-hentikan-kasus-pose-2-jari-tkn-harusnya-anies-diberi-sanksi-I6yEuKEtKZ.jpg Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor menghentikan laporan terkait pose dua jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dalam pandangan Bawaslu Anies tidak memenuhi unsur pidana.

Menanggapi itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mempertanyakan kapasitas Anies yang hadir dalam acara tersebut. Sebab apabila ia hadir sebagai gubernur atau tidak cuti hal itu melanggar dan perlu diberi sanksi.

"Sepanjang Pak Anies itu dalam kondisi cuti itu tidak masalah. Tapi, kalau tidak dalam cuti harusnya Bawaslu berikan sanksi. Tapi, saya enggak tahu dia (Anies) buat cuti apa enggak, karena kita enggak dapat (mengetahui) surat cutinya. Saya enggak tahu apakah dia punya surat cuti atau tidak," papar Irma saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (12/1/2019).

Sebab kata Irma, surat cuti bisa saja dibuat belakangan setelah seseorang melakukan kampanye. Irma membandingkan dengan sejumlah kepala daerah di Riau yang mendapat sanksi teguran dari Bawaslu karena telah berkampanye.

"Kepala daerah yang mendukung Jokowi pun diberi sanksi oleh Bawaslu dan keputusannya Bawaslu meminta Mendagri untuk memberikan teguran. Nah, sekarang kenapa untuk Anies tidak diberlakukan sama? tuturnya.

"Kalau yang di Riau itu Bawaslu meminta Mendagri memberikan teguran. Nah sekarang kenapa tidak diminta memberikan teguran. Kalau itu terjadi artinya Bawaslu tebang pilih," tambahnya.

Anies Baswedan berpose 2 jari. (Ist)

Untuk itu Irma meminta Bawaslu harus bersikap adil terhadap semua pejabat yang memang menyalahi aturan dalam kampanye.

"Bagi kami sebenernya hanya yang kita perlu itu fairness (keadilan) aja," tukasnya.

Seperti diketahui, Anies berpose dua jari setelah menyampaikan pidato di depan kader Partai Gerindra saat Rakornas beberapa waktu lalu di Sentul, Bogor. Ia turut mendoakan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa meraih kemenangan di Pilpres 2019.

Akibatnya, orang nomor satu di Ibu Kota itu dilaporkan Presidium Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) ke Bawaslu.

(Baca Juga : Bawaslu Hentikan Kasus Pose Dua Jari Anies Baswedan)

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengatakan, pihaknya tak bisa menjerat Anies dengan Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Hal itu karena kehadiran eks Mendikbud di sana bukan dalam acara kampanye capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandi Uno.

"Kegiatan itu adalah rapat internal Partai Gerindra yang rutin dilakukan setiap tahun jadi bukan menghadiri kampanye," kata Irvan.

(Baca Juga : Kasus Pose 2 Jari Disetop Bawaslu, Anies : Alhamdulillah)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini