nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Makassar Biaya Pemakaman Gratis, tapi Ada Syaratnya

Herman Amiruddin, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 17:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 12 609 2003572 di-makassar-biaya-pemakaman-gratis-tapi-ada-syaratnya-nNRLtepIoP.jpg Kondisi Pemakaman di Makassar (foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Tempat Pemakaman Umum (TPU) sejatinya merupakan areal tanah untuk keperluan pemakaman jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan. Pada dasarnya, setiap orang berhak mendapat perlakuan sama untuk dimakamkan di sana.

Setiap penggunaan tanah makam di taman pemakaman, terlebih dahulu wajib mendapatkan izin penggunaan tanah makam dari Kepala SKPD yang bertanggung jawab di bidang pemakaman.

(Baca Juga: Biaya Pemakaman di Semarang Paling Murah Rp3 Juta)

Infografis Lahan Makam (foto: Okezone) 

Menurut Undang-undang, petak tanah makam hanya diperuntukkan bagi jenazah atau kerangka dan tidak diperbolehkan atas dasar pesanan (booking) tempat bagi orang yang belum meninggal dunia. Di tengah pesatnya pembangunan di kota besar, lahan untuk pemakaman semakin terbatas.

Kondisi ini lantas dimanfaatkan para oknum pengelola makam untuk menjadikan 'tanah kuburan' ini menjadi lahan bisnis baru. Muncullah fenomena makam fiktif akibat ulah oknum yang ingin mengambil untung.

Mereka melihat adanya peluang untuk meraup keuntungan dengan mencalokan tanah makam dengan mematok nilai rupiah yang tak sedikit. Mahalnya sewa tanah makam membuat masyarakat terutama mereka yang punya keterbatasan ekonomi kian menjerit.

Praktik calo atau pungli di TPU bahkan sudah menjadi rahasia umum. Masyarakat miskin pun dibuat resah dan bingung harus mengadu ke mana.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 1987 yang namanya TPU adalah areal tanah yang disediakan untuk keperluan pemakaman jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan maupun status sosial.

 

Nah, itu artinya bukan orang yang berduit saja kan yang berhak dimakamkan di TPU. Aturan lain soal pemakaman ini diatur juga dalam Perda DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman.

Perbandingan pemakaman di luar Jawa sangat berbeda dengan di Makassar. Warga di Makassar gratis untuk memakamkan keluarganya yang sudah meninggal.

Koordinator TPU Kelurahan Paropo Kecamatan Panakukang Makassar Saharuddin kepada Okezone mengatakan apabila ada warga Makassar yang meninggal dunia dan hendak dimakamkan itu gratis.

Dengan syarat, harus ada izin dari RT dan RW tempatnya tinggal.

"Di sini itu pak tabe. Apabila ada warga Makassar yang memninggal dan mau dikuburkan di TPU Paropo harus ada surat pengantar dari RT RW. Dilanjutkan ke lurah. Nanti dari lurah itu dibawa ke mari itu prosedur pertama," kata Saharuddin saat sitemui di TPU Paropo Makassar Sabtu (12/1/2019)

Pemakaman di Makassar (foto: Herman A/Okezone)	Pemakaman di Makassar (foto: Herman A/Okezone)

Selanjutnya kata dia, almarhum harus punya kartu tanda penduduk (KTP) Makassar dan kartu keluarga (KK)

"Alamarhum harus asli warga Makassar ada KTP dan KK salah satu persyaratan untuk dikuburkan di pemakaman ini. Itu yang kita gratiskan apabila warga Makassar," ungkapnya.

Setelah itu nanti kembali buatkan surat izin pemakaman dari Dinas Lingkungan Hidup Makassar.

"Pengurusannya ke kantor dinas saya yang uruskan untuk dibuatkan surat izin pemakaman. Itu gratis pak tidak ada dipungut biaya," kata Saharuddin.

Sementara untuk pemakaman keluarga kata Saharuddin itu harus ada persetujuan pihak keluarga. Misalnya ada pihak yang ingin membongkar makam dan menyandingkan dengan makam yang baru.

(Baca Juga: Tanah Kosong Makin Langka, Biaya Pemakaman Kian Mahal) 

"Di sini apabila pekuburan keluarga dan disetujui oleh keluarga maka itulah bisa digali dengan dilengkapi surat pernyataan tidak keberatan apa bila dibongkar kuburan makam keluarganya. Untuk disatukan dengan almarhum yang sekarang ini dengan ketentuan keluarga sendiri," jelasnya.

Saharuddin mengaku biaya pemakaman tergantung dari pihak keluarga berapa yang akan dibayarkan ke penggali kubur.

"Untuk mengenai masalah biaya dari pihak keluarga sendiri yang memberikan imbalan atau tanda jasa kepada si penggali kubur ini. Itu dari pihak keluarga saja berapa yang mau dikasi. Cuma kami biasanya diberi imbalan biasanya bahkan lebih dari yang kami harapkan," ungkap Saharuddin

Pemakaman di Makassar (foto: Herman A/Okezone)	Pemakaman di Makassar (foto: Herman A/Okezone) 

Biasanya ada juga keluarga yang berbaik hati memberi imbalan lebih. Saharuddin mencontohkan apabila ada warga yang ingin menyandingkan makam keluarganya dengan makam yang sekarang itu bisanya membayar lebih. Tergantung tingkat kesulitan makam yang dibongkar

"Kalau kita sudah diberi uang minum alhamdulillah. Tapi kadang-kadang juga ada orang biasa bersedekah biasa memberikan lebih kepada penggali kubur. Apalagi kalau dilihat kuburan itu besar dan sulit untuk digali susah ditembus saat digali biasanya cor benton biasa pihak keluarga memberi tanda jasa kepada penggali kubur," jelasnya.

Warga di dari Luar Makassar Dibebankan Pajak 

Sementara warga yang berasal dari luar kota Makassar akan dikenakan biaya pemakaman sebesar Rp100 ribu. Selain itu harus membayar pajak sesuai peraturan daerah (Perda) kota Makassar

Untuk penduduk dari luar Makassar dikenakan denda pajak tergantung kemampuannya dibayar pertahun.

"Kemampuannya berapa apakah dia mau setahun sekali atau dua tahu tiga tahun. Tapi biasaanya kita sarankan agar tidak terlalu cepat membayar. Biasa kita sarankan untuk dibayar tiap 3 tahun sekali. Itu biasa biayanya Rp250 ribu untuk penduduk diluar dari kota Makassar," ungkapnya

"Jadi itu dilengkapi dengan kuitansi dan ada Perdanya dari dinas bahwa pendduduk dari luar kota Makassar dikenakan denda itu tertulis dikwintasi ada kwitansinya," lanjut dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini