nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bayi Nova Selamat dari Tsunami Selat Sunda Setelah 11 Jam Hilang

Antara, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 07:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 13 340 2003719 kisah-bayi-nova-selamat-dari-tsunami-selat-sunda-setelah-11-jam-hilang-GMGHOr86Xf.jpg Bayi Nova di lokasi pengungsian Lampung Selatan. (Foto: Ist)

LAMPUNG SELATAN – Novalika Azkia Putri alias Nova, bayi berusia sekira 1,5 bulan, selamat dari hantaman gelombang tsunami Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018. Ia selamat meskipun sempat tidak jelas keberadaannya selama 11 jam.

Sanali Khasan (60) dan istrinya Suha (39), orangtua bayi Nova, di lokasi pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu, membenarkan anaknya itu akhirnya bisa diselamatkan.

"Sudah sekira 11 jam tidak jelas keberadaannya. Akhirnya besok paginya baru bisa ketemu masih hidup, tertimbun puing-puing berserakan," ujar Sanali, seperti dikutip dari Antaranews, Minggu (13/1/2019).

Keberadaan bayi Nova diketahui karena terdengar tangisan di luar rumahnya. Di tubuh bayi Nova masih terlihat beberapa bekas luka, seperti di sekitar kepalanya.

Kini bayi Nova diasuh kakaknya Lia (18) yang juga selamat dari tsunami, karena saat kejadian sedang berada di luar desa untuk suatu keperluan.

(Baca juga: BNPB: Hutan Pantai Dapat Kurangi Risiko Bahaya Tsunami)

Kondisi bayi Nova bersama para pengungsi lain masih bertahan di posko ini, juga terus dipantau oleh tim medis yang masih terus bertugas membantu para korban tsunami itu pula.

Menurut tim medis dan relawan di posko pengungsian tersebut, sampai sekarang terdata masih ada 248 orang di posko pengungsian ini, 128 di antaranya anak-anak, dengan 14 balita, termasuk ada anak kembar. Namun, sebagian pada siang hari kembali ke rumah/permukiman masing-masing.

Sanali menuturkan, saat malam kejadian, sama sekali tak ada tanda-tanda akan terjadi bencana tsunami di kawasan pesisir tersebut. Bayinya itu pun sedang disusui oleh ibunya, hingga gelombang tsunami datang dan mereka berhamburan mencari tempat aman.

(Baca juga: KPU: 31 Pemilih Jadi Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda)

Dampak tsunami Selat Sunda. (Foto: BBC News Indonesia)

"Terdengar suara beletak-beletak disertai geledek di sekitarnya, namun sama sekali tak menyangka akan terjadi tsunami di sini," ungkap Sanali.

Di lokasi pengungsian, warga korban tsunami khususnya anak-anak masih bersekolah dan berharap mendapatkan bantuan peralatan belajar dan baju seragam, mengingat harta benda termasuk pakaian dan perlengkapan sekolah mereka hilang tersapu gelombang tsunami.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini