nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangeran Saudi: Penarikan Mundur Pasukan AS dari Suriah Akan "Perkuat Iran"

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 07:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 18 2003988 pangeran-saudi-penarikan-mundur-pasukan-as-dari-suriah-akan-perkuat-iran-9y9CgeYoRd.jpg Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Suriah, bulan lalu. (AFP)

PANGERAN Turki al-Faisal, yang merupakan salah satu sosok senior dalam keluarga kerajaan Arab Saudi, mengkritik keputusan Amerika Serikat dalam menarik mundur pasukannya dari Suriah.

Kepada BBC, Pangeran Al-Faisal mengatakan keputusan itu adalah "perkembangan yang sangat negatif" karena bakal menguatkan Iran, Rusia, dan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pernyataan sang pangeran dikemukakan menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, ke Riyadh sebagai bagian dari rangkaian lawatan Timur Tengah.

Apa yang dikatakan Pangeran Al-Faisal?

Menurutnya, komunitas dunia bersalah menelantarkan rakyat Suriah dan penarikan mundur pasukan AS justru memperparah keadaan.

"Tindakan-tindakan AS, dalam perspektif saya, akan memperumit alih-alih menemukan solusi (Suriah). (Tindakan AS) tidak hanya memperkuat Iran, tapi juga Rusia dan Bashar al-Assad. Jadi dari perspektif saya, ini perkembangan yang sangat negatif," ujarnya.

Pangeran Turki Al-Faisal pernah menjadi duta besar Arab Saudi untuk AS. (Getty Images)

Dia menambahkan, kepergian James Mattis dari jabatan menteri pertahanan AS amat mungkin tidak membantu penyelesaian masalah.

"Jelas dia tidak setuju dengan pemerintah soal kebijakan Suriah sehingga dalam konteks itu keberadaannya akan menjadi tanda positif komitmen pada kebijakan tersebut," sebutnya.

Pangeran Al-Faisal tak lagi menjadi bagian dari pemerintahan Arab Saudi, namun dia punya pengalaman di tubuh pemerintahan selama berpuluh tahun.

Koresponden BBC di Kementerian Luar Negeri, Barbara Plett, mengatakan pemaparan sang pangeran amat mungkin mencerminkan opini pemerintah Saudi tapi dia tidak berbicara atas nama pemerintah.

Pompeo tiba di Riyadh dengan disambut Menlu Saudi, Adel al-Jubeir. (Reuters)

Apa yang akan dibicarakan Pompeo?

Pompeo yang sudah bertandang ke Irak, Yordania, Mesir, dan Bahrain, diperkirakan akan mendiskusikan soal Iran serta konflik di Yaman dan Suriah saat berkunjung ke Riyadh.

Sebagaimana dilaporkan sejumlah media AS, Pompeo juga ditengarai mencari laporan terkini mengenai pengusutan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

(Baca Juga : Penasihat Keamanan Nasional AS Kunjungi Turki Bahas Suriah)

Saat berada di Qatar, Pompeo berkata bakal menemui putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk meminta "pertanggungjawaban" para pembunuh Khashoggi.

Kunjungan Pompeo ke Riyadh berlangsung tiga bulan setelah pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Pemerintah Saudi mengaku pria yang kerap mengkritik pihak kerajaan itu telah dibunuh di sana, namun membantah keterlibatan putra mahkota. Padahal, sebelumnya, pemerintah Saudi berkeras Khashoggi telah meninggalkan konsulat dalam keadaan sehat.

(Baca Juga : Trump: Penarikan Mundur Pasukan AS dari Suriah Dilakukan Secara Tepat)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini