(Baca Juga: Jokowi: Kemiskinan Mendidik Saya dengan Baik)
Jokowi mengatakan, langkah yang diambilnya bukan untuk kepentingan politik. Kalau hanya berpikir politik, tentu ia tidak akan mengambil keputusan untuk mengedepankan pembangunan infrastruktur.
"Dari pada membangun infrastruktur lebih baik baik menyenangkan hati rakyat dengan sesuatu yang instan, seperti memberi subsidi. Pemimpin pun dipuja-puji," ujarnya.
"Membangun infrastuktur di Indonesia bukan sebuah langkah gaya-gayaan atau proyek mercusuar. Tapi sudah menjadi kebutuhan yang mendesak," sambung Jokowi.
Karena itu, Jokowi merasa sedih jika pembangunan infrstruktur disebut sebagai aksi pencitraan untuk memancing pujian.
"Pencitraan? Tunggu dulu. Membangun infrastruktur bukan pilihan populer bagi seorang pemimpin. Biayanya besar dan butuh effort untuk mendapatkannya," kata dia.