nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Jet Tempur TNI AU Turunkan Paksa Pesawat Ethiopian Air

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 03:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 15 340 2004493 2-jet-tempur-tni-au-turunkan-paksa-pesawat-ethiopian-air-iCgBcjs6cI.jpg Pesawat yang diamankan petugas (Foto: TNI AU)

PEKANBARU - Dua unit pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU yang bermarkas di Lanud (Pangkalan Udara) Roesmin Nurjadin Pekanbaru melakukan operasi penurunan paksa maskapai Ethiopian Air. Penurunan paksa dua pesawat asing yang memasuki udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin.

Pesawat jenis Boeing B777 Ethiopian Air dengan nomor registrasi ET-AVN terdeteksi berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pesawat jenis kargo ini diturunkan paksa dan melakukan pendaratan di Bandara Udara (Bandara) Hang Nadim Batam, Kepri.

"Kita mendapat perintah dari Mabes AU, bahwa pesawat kita dipakai untuk menurunkan paksa pesawat Ethiopian Air. Kemudian pesawat tempur dari Skadron 16 bergerak dan mengejar pesawat tersebut," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Rony Irianto Moningka kepada Okezone, Senin 14 Januari 2019.

Baca Juga: TNI AU Usir Pesawat Asing dari Kepulauan Riau

Jet Tempur

Pesawat penangkut barang tersebut terdeteksi Senin pagi di Udara Indonesia. Kemudian pesawat tempur F16 dengan callsign Rydder Flight yang diawaki oleh Kapten Pnb Barika (TS1627) dan Kapten Pnb Anang (TS-1633) berhasil melakukan kontak visual dengan B777 ET-AVN dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat.

Selanjutnya TNI AU memaksa pilotnya untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Hang Nadim Batam untuk dilakukan proses hukum. Setelah melalui proses negosiasi dengan pilot Ethiopian Air akhirnya pada pukul 09.33 WIB pesawat B777 ET-AVN mendarat di Bandara Hang Nadim Batam.

Usai pesawat asing itu mendarat, dua pesawat tempur dari Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin pukul 09.42 WIB. Kemudian pilot Ethiopian Air diperiksa oleh pihak TNI. Untuk proses hukum akan ditangani oleh TNI AU di Lanud Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pesawat tersebut berangkat dari Ethiopia dengan tujuan Hongkong. Untuk menanganan selanjutnya oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), "imbuh jendral bintang satu ini.

Baca Juga: Rencana Strategis TNI AU untuk Memperkuat Pertahanan Udara Indonesia

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini