nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Angka Kemiskinan di Banten Naik, Rokok Salah Satu Penyebabnya

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 18:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 15 340 2004890 bps-angka-kemiskinan-di-banten-naik-rokok-salah-satu-penyebabnya-yiNAi5cPGk.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

SERANG - Badan Pusat Statistik Provinsi Banten mencatat angka kemiskinan naik sebesar 0,01 persen dibandingkan pada Maret 2018. Pada bulan Maret, sebanyak 661,36 ribu orang tergolong miskin, sedangkan pada September 668,74 ribu orang naik 7,38 ribu orang.

Kepala BPS Banten Agoes Soebeno mengatakan, angka kemiskinan tersebut berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) bulan September 2018. Hasilnya, penduduk miskin di pedesaan mengalami peningkatan dibandingkan perkotaan.

"Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 4,38 persen turun menjadi 4,24 persen pada September 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 sebesar 7,33 persen naik menjadi 7,67 persen pada September 2018," kata Agoes saat rilis di kantornya, Selasa (15/1/2019).

Dia menjelaskan, selama periode Maret 2018-September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 11,67 ribu orang, dari 393,80 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 382,13 ribu orang pada September 2018.

Baca: Potret Menyedihkan Pasutri Lansia Tinggal di Gubuk Sebelah Kandang Ayam 

Baca: Kawasan Kumuh di Kota Jambi Mencapai 968 Hektare

Sedangkan di daerah perdesaan naik sebanyak 19,05 ribu orang dari 267,55 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 286,60 ribu orang pada September 2018.

Foto/Okezone 

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar daripada peranan komoditi non makanan (perumahan, sandang pendidikan, dan kesehatan).

BPS mencatat pada bulan September 2018, sumbangan garis kemiskinan terhadap garis kemiskinan ada 71,60 persen, sedkit lebih rendah dibandingkan dengan saat Maret 2018, sebesar 71,66 persen.

"Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar garis kemiskinan September 2018 di perkotaan juga di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras mi instan, roti serta kopi bubuk dan kopi instan (kemasan)," ujarnya.

Sementara komoditi non makanan penyumbang terbesar kemiskinan di kota maupun di desa adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

Agoes menambahkan, faktor yang berpengruh terhadap tingkat kemiskinan selama priode Maret hingga Septembe 2018, yakni laju pertumbuhan ekonomi triwulan III sebesar 5,89 persen, atau lebih rendah dibandingkan triwulan I sebesar 5,95 persen.

"Inflasi pedesaan periode maret september sebesar 2,70 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi umum sebesar 1,49 persen," tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini