nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Geruduk Rumah yang Dijadikan Tempat Kumpul LGBT

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 20:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 15 340 2004904 warga-geruduk-rumah-yang-dijadikan-tempat-kumpul-lgbt-lXez1aFa1I.jpg Foto: Okezone

PEKANBARU - Sejumlah warga mendatangi salah satu rumah di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Rumah yang berada di Jalan Uka digeruduk warga karena diduga dijadikan tempat perkumpulan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Rumah yang cukup besar digeruduk puluhan warga pada Selasa (15/1/2019). Rumah yang berlokasi RT 02 RW 03 Kelurahan Air Putih ini di depannya juga di pasangan plang organisasi OPSI (Organisasi Perubahan Sosial Indonesia).

Menurut warga, bahwa rumah tersebut sering didatangi sejumlah banci. Mereka juga beraktivitas sampai larut malam. Bahkan ada juga lelaki berwajah oriental kadang datang kesana.

"Mereka beraktivis sampai larut malam. Mereka menghidupkan musik keras keras. Warga sudah sering protes," ucap El Ramuza tokoh pemuda di Jalan Uka.

 (Baca juga: Pasangan Gay di Padang Ditangkap Satpol PP, Diminta Jalani Ruqyah)

lgbt

Usai mengeruduk, warga juga mengintrogasi dua orang yang saat itu berada dalam rumah. Warga juga mencabut plang Sekertariat OPSI, warga meminta agar organisasi OPSI tidak ada lagi di wilayah mereka karena diduga terselung LGBT.

Sementara itu, Ketua RT 02 Supriadi mengatakan, OPSI memiliki izin. Namun izinnya bukan untuk kegiatan penyimpangan LGBT. Dia juga menyebut belum ada laporan warga terkait LGBT.

"Kita kaget juga kalau ada LGBT. Setahu saya rumah tersebut merupakan organasi untuk pencegahan HIV dan AIDS," ucapnya.

Namun pemilik rumah sekaligus pengurus OPSI itu mengaku bahwa dirinya mantan LGBT. Dia juga meminta izin untuk melakukan pembinaan terhadap orang LGBT agar kembali ke jalan yang benar.

 (Baca juga: Wilayah Depok Jadi "Surga" Kaum LGBT)

dd

Sementara itu, Ruli Ramadani pemilik rumah sekaligus Pengurus Sekretariat OPSI mengklaim sudah mengantongi izin organisasinya dari Pemkot Pekanbaru dan Pemprov Riau.

"Organisai kita sah. Ada izin dari Kesbangpolinmas Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau. Saya selama ini tinggal bersama adik dan satu teman saya. Kita bergerak dalam sosialisasi pencegahan HIV dan AIDS di kalangan kita. Kita sudah ada sejak tahun 2017," ucapnya.

Terkait sering adanya musik, Ruli mengaku bahwa dirinya suka karoeke. "Wajar saja, kita kan suka musik. Jika warga tidak senangkan bisa menegur kita saja," imbuhnya.

Namun warga tidak terima dengan keterangan pemilik rumah. Warga meminta tidak ada aktivas di Kantor OPSI lagi. Pihak Polsek Tampan pun mengamankan dua penghuni rumah tersebut.

(wal)

Berita Terkait

LGBT

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini