Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Penyembelihan Hewan dan Sunat Satukan Umat Yahudi dan Muslim Eropa

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 17 Januari 2019 |09:53 WIB
Ketika Penyembelihan Hewan dan Sunat Satukan Umat Yahudi dan Muslim Eropa
Foto: Getty Images.
A
A
A

Mereka mengatakan kematiannya seketika dan teknik yang sudah dikembangkan selama berabad-abad tersebut justru untuk mencegah binatang kesakitan.

Guna menyeimbangkan kedua pandangan itu, sejumlah negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Spanyol dan Siprus menerapkan standar ketat bagi rumah jagal keagamaan.

Yang lainnya, seperti Austria dan Yunani, mewajibkan binatang disetrum segera setelah disembelih.

Dua dari tiga daerah Belgia - Flanders dan Wallonia - bergabung dengan Denmark, Swedia, Slovenia, Norwegia dan Eslandia yang melakukan pengecualian terkait dengan penyetruman sebelum sembelih.

Cara binatang dibunuh untuk dimakan manusia bukanlah satu-satunya ritual keagamaan yang menyatukan umat Yahudi dan Muslim Eropa, tetapi hal ini memicu kritik dari sejumlah kelompok.

Sunat vs hak anak

Tahun lalu, sebuah rancangan undang-undang melarang khitan yang dilakukan bukan karena alasan kesehatan di Islandia diusulkan dan kemudian dicabut di parlemen Islandia karena peraturan itu menimbulkan masalah.

Tetapi hal ini belum mereda.

Baik Muslim maupun Yahudi melakukan penyunatan.

Pada 2012, khitan sempat dilarang di Jerman karena sebuah pengadilan memutuskan mengubah badan anak laki-laki Muslim berumur empat tahun secara tetap adalah suatu pelanggaran hak anak dalam menentukan keyakinannya sendiri.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement