Golkar Ajak Masyarakat Bangun Optimisme Jelang Pemilu

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 14:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 21 606 2007299 golkar-ajak-masyarakat-bangun-optimisme-jelang-pemilu-AELzMYmcHs.jpg Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Ist)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menilai, Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang menghargai perbedaan. Hal tersebut diungkapkan Airlangga untuk membangun rasa optimisme masyarakat menjelang Pemilu 2019.

"Kita adalah bangsa besar yang menghargai perbedaan, mampu bersaing secara damai, dengan tetap menjaga semangat persaudaraan yang hangat dan bersahabat," ujarnya.

Lewat Pemilu, Partai Golkar kata Airlangga Hartarto ingin memperkuat persamaan, bukan mempertajam perbedaan. "Kita ingin merebut mimpi bersama. Kita ingin memajukan perikehidupan seluruh rakyat di semua wilayah kita, dari Sabang hingga Merauke, dari Mianggas hingga ke Pulau Rote," katanya.

(Baca Juga: Jelang Pemilu Serentak, Masyarakat Diminta Waspadai "Caleg Hantu")

Airlangga bersama Jokowi

Selain itu, Partai Golkar juga terus berupaya bergerak cepat mengangkat nasib kaum petani, nelayan, buruh, pegawai dan pedagang kecil. "Kita harus membuka kemungkinan agar taraf hidup mereka senantiasa meningkat di masa depan. Singkatnya, Partai Golkar mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menjadikan pemilu di tahun ini sebagai momentum untuk merebut kemajuan bersama," tegasnya

Pidato awal tahun Partai Golkar itu dinilai memberi rasa optimisme bagi bangsa dalam menyongsong pesta demokrasi Pemilu 2019. Penilaian itu disampaikan mantan komisioner Komnas HAM Ridha Saleh kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/1/2019).

"Saya mengapresiasi narasi pidato Golkar soal optimisme bangsa jelang Pemilu 2019. Kita memang harus terus optimis, apalagi akan menghadapi pemilu, dalam demokrasi memang kita harus saling menghormati kebebasan tapi tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan kita," kata Ridha.

(Baca Juga: Massa Pendukung OSO Demo KPU, Polisi Tutup Jalan Imam Bonjol)

Menurut Ridha, perbedaan boleh saja tapi tidak boleh terpecah, apalagi sampai terjadi konflik. "Para politisi harus menjaga agar perbedaan tidak menjadi tajam sehingga terjadi masalah di bawah," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini