WASHINGTON – Lembaga think tank Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa salah satu dari 20 pangkalan operasi rudal balistik milik Korea Utara yang tidak dilaporkan, berfungsi sebagai markas pusat rudal Pyongyang.
"Pangkalan operasi rudal Sino-ri dan rudal Nodong yang ditempatkan di lokasi ini cocok dengan strategi militer nuklir Korea Utara yang diperkirakan dengan menyediakan kapabilitas serangan pertama dalam tingkat nuklir atau konvensional yang dapat dioperasikan,” demikian disebutkan dalam laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang diterbitkan pada Senin sebagaimana diwartakan Reuters.
BACA JUGA: Think Tank AS: Korut Miliki Sedikitnya 13 Pangkalan Rudal Rahasia
Penemuan pangkalan rudal yang tidak diumumkan itu muncul tiga hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia "berharap" untuk bertemu dan membahas denuklirisasi dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam KTT yang akan digelar pada akhir Februari.
Kim berjanji untuk melakukan upaya menuju denuklirisasi Semenanjung Korea pada KTT pertama yang digelar Juni tahun lalu, tetapi sejauh ini tidak memperlihatkan kemajuan yang konkret.