
Nasir yang merupakan kader dari PKS itu juga menilai bahwa pergantian tersebut merupakan salah satu upaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencari dan mengungkap kasus Novel yang hingga saat ini belum juga terungkap.
"Saya fikir ini adalah cara kapolri untuk menentukan aktor intelektualnya dengan mengganti Kabareskrim itu. Jadi saya harapkan pak Idham ini bisa menemukan aktor intelektual dan pelaku daripada penyiraman air keras kepada Novel Baswedan karena ini sudah menjadi perhatian presdien bahkan di debat juga dibunyikan kasus ini," paparnya.
Hal itu tambahnya, juga menjadi tantangan bagi Kabareskrim yang baru untuk bisa membuktikan kepada masyarakat.
(Baca juga: Rotasi Pati Polri: Kapolda Metro Jaya Jadi Kabareskrim)