nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan Deras, Makassar Terendam Banjir Seleher Orang Dewasa

Antara, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 15:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 22 609 2007838 hujan-deras-makassar-terendam-banjir-seleher-orang-dewasa-KS4IakHOs1.jpg Ilustrasi banjir (Foto: Okezone)

MAKASSAR - Sebagian wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan terendam banjir hingga seleher orang dewasa. Banjir disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejak Senin 21 Januari malam hingga hari ini.

"Ada sejumlah titik di wilayah Kota Makassar terendam air, dan sementara ini tim gabungan penanggulangan bencana sudah turun ke lokasi tersebut untuk memberikan bantuan sekaligus siap melakukan evakuasi terhadap warga korban terdampak," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Taufiek Rahman di Makassar seperti dikutip dari Antaranews.com, Selasa (22/1/2019).

Ia menyebutkan, beberapa titik fokus perhatian sementara dari BPBD Makassar di antaranya kawasan pemukiman Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Lokasi ini berbatasan dengan Kabupaten Maros yang berdekatan dengan anak sungai di wilayah itu.

Selain itu, situasi banjir parah terjadi di Lorong Kotipa 16-14, karena genangan air sudah mencapai sekira 1,3 - 1,5 meter atau setinggi leher orang dewasa. (Baca Juga: 5 Warga Terseret Banjir di Tolikara Papua, 3 Orang Masih Hilang)

Banjir juga terjadi di Lorong Kotipa 08-13, ketinggian airnya sudah mencapai 1 meter atau setinggi dada orang dewasa. Sementara di Lorong Kotipa 6-7 ketinggian air mencapai 50-70 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

"Akibat hujan yang turun dengan intensitas sedang di Kabupaten Maros dan Kota Makassar, air terus bertambah sekitar 1 sentimeter per jam," ujar Taufiek saat memantau di sejumlah lokasi genangan air di Makassar.

Untuk itu, kata dia, BPBD Kota Makassar telah menyiagakan lima unit perahu karet di kawasan Perumahan Kodam III serta empat unit perahu karet di kawasan Perumnas Antang Blok 10 Kecamatan Manggala dan sekitarnya.

Ilustrasi 

Selain di kedua kawasan perumahan yang selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan itu, lanjut dia, Tim BPBD Kota Makassar juga terus melakukan pemantauan di kawasan Perumahan Swada III Jalan Batua Raya.

Taufiek menambahkan, saat ini tim gabungan dari BPBD Makassar, SAR Brimob, PMI Kota Makassar, dan Dinsos Kota Makassar sudah turun ke beberapa lokasi tersebut, terutama di kawasan Perumahan Kodam III untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga di lokasi itu.

"Beberapa warga sudah mengungsi di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi banjir itu. Kami juga terus memantau perkembangan serta melakukan evakuasi bagi warga yang rumahnya terendam banjir di kawasan Kodam III," katanya.

Sementara Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah menginstruksikan kepada seluruh camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberi perhatian serius terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda Makassar sejak dini hari tadi.

"Pemkot Makassar berupaya meminimalisir resiko bencana yang mungkin terjadi. Kita berharap Makassar selalu berada dalam lindungan-Nya, dan terhindar dari resiko bencana," papar Wali Kota saat kegiatan apel siaga.

(Baca Juga: 643 Rumah di Bolaang Mongondow Utara Terendam Banjir hingga 1 Meter

Berdasarkan data BPBD Kota Makassar memetakan ada empat kecamatan seperti Kecamatan Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya dan Panakukang yang dianggap rawan bencana genangan air akibat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak akhir 2018 sampai awal 2019.

Di wilayah bagian timur Makassar yang rawan tergenang air, yakni Kecamatan Manggala meliputi Jalan Tamangapa Raya III, Kampung Bontoa RW 05, Romang Tangaya RW 06, Blok 10 dan Kompleks Pemda dan Perumnas Antang.

"Termasuk kawasan Perumnas Antang Blok VIII RW 08, Kompleks IDI di Jalan Laimena RW 02 dan RW 05, serta Jalan Swadaya Mas RW 03," ujar Kasubag Program Data dan Evaluasi BPBD Makassar, Nurhaeni.

Sementara di Kecamatan Biringkanaya seperti di Kelurahan Paccerakkang Kampung BTN Mangga Tiga RW 012, Katimbang RW 015, Nusa Harapan Permai RW 019, dan BTN Kodam III.

Selanjutnya, di Kecamatan Tamalanrea meliputi Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AC, AD, AE, AF, dan Perumahan Bung. Sedangkan di Kecamatan Panakukang yakni Asrama Polisi Panaikang RW 1, RW 2 dan RW 7.

Pantauan di sejumlah jalan protokol seperti sebagian Jalan Andi Pangeran Pettarani, Jalan Hertasning, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Alauddin terlihat genangan air akibat hujan deras mencapai sekitar 30 sentimeter, sehingga membuat kondisi arus lalu lintas kendaraan melambat dan macet.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini