nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Pemerintahan Tertua dan Termuda di Dunia Bertemu di Wina, Ini yang Mereka Bicarakan

Indi Safitri , Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 24 18 2008817 pemimpin-pemerintahan-tertua-dan-termuda-di-dunia-bertemu-di-wina-ini-yang-mereka-bicarakan-a38cnWtlmR.jpg Perdana Menteri Malaysia, Mahathis Mohamad dan Perdana Menteri Austria, Sebastian Kurz bertemu di Wina, Austria. (Foto: Twitter/@Chedetofficial)

WINA – Pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan Kanselir Austria, Sebastian Kurz pada Senin, 21 Januari telah menciptakan sejarah baru sebagai pertemuan antara pemimpin pemerintahan tertua dan termuda di dunia.

Mahathir Mohamad telah berusia 93 tahun, sedangkan Sebastian Kurz masih berusia 32 tahun. Mereka bertemu saat Mahathir melakukan kunjungan ke Kanselir Federal Republik di Wina.

BACA JUGA: Perkenalkan si Ganteng Sebastian Kurz, Calon Pemimpin Negara Termuda di Dunia

Perdana Menteri Malaysia telah tiba di Wina sejak Minggu untuk melakukan kunjungan selama tiga hari. Menurut laporan kantor berita Bernama, Mahathir menghadiri dua acara bertema anti-korupsi selama kunjungan tersebut.

Business Insider, Selasa (22/1/2019) mewartakan, Mahathir bertemu dengan Kurz selama sekira 40 menit di Wina. Keduanya membahas masalah perdagangan dan investasi antara Malaysia dan Austria.

“Kami tahu bahwa volume perdagangan tidak terlalu besar tetapi penting. Dengan begitu, investasi dapat meningkatkan volume perdagangan kedua negara,” katanya dalam konferensi pers usai pertemuan tersebut.

Dia juga mengungkap bahwa Austria terlibat dengan proyek kereta gantung di Langkawi, Malaysia dan mengajak warga Austria untuk lebih banyak berkunjung ke Malaysia.

BACA JUGA: Mahathir Mohamad Akan Dilantik Sebagai Perdana Menteri Tertua di Dunia

“Semoga turis Austria yang datang ke Malaysia akan bertambah banyak. Banyak orang Malaysia yang suka musik datang ke Austria,” katanya.

Kurz mengatakan bahwa dia sangat bersyukur atas pertemuan tersebut. "Sebagai pemimpin termuda, saya harus banyak belajar darinya," ujarnya. Dia juga mengatakan melihat potensi besar untuk melakukan kerja sama dengan Malaysia di bidang energi dan infrastruktur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini