nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lucas Pertanyakan Penumpang Berinisial L di Manifes Penerbangan ke Singapura

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 19:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 24 337 2009046 lucas-pertanyakan-penumpang-berinisial-l-di-manifes-penerbangan-ke-singapura-npU0aUjC3n.jpg Lucas saat menjadi saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan Eddy Sindoro. Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio

JAKARTA - Terdakwa Lucas mengaku bingung soal adanya inisial 'L' dalam manifes penerbangan pribadi dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju ke Singapura. Lucas bingung ada dua nama yakni dirinya dengan seorang berinisial 'L' di manifes penerbangan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Lucas menanggapi ‎kesaksian Manager Ground Handling PT Wira yang bertugas di Bandara Halim Perdanakusuma, Christine Sudiro‎ saat bersaksi di sidang perkara dugaan menghalangi atau merintangi penyidikan Eddy Sindoro.

"Itu lah aneh, berarti sudah pasti Mr Lukas dan Mr L itu adalah dua orang yang berbeda itu sudah pasti, jawabannya 4 orang itu siapa? satu Lucas, Aprista dan Intan Maharani. Nah Mr L itu siapa yang di manifes," kata Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Foto/Okezone

Menurut Lucas, nama dirinya dengan inisial 'L' merupakan dua orang berbeda. Oleh karenanya, Lucas meminta Jaksa penuntut umum pada KPK untuk mengungkap kebenaran kesaksian dari Chistine.

"Berati ada Lucas dan ada Mr L, ini kan ribut-ribut Mr L. Nah L itu siapa? Ini pasti 2 orang yang berbeda," ungkapnya.

Foto/Ist

Baca: Novel Baswedan Punya Rekaman Percakapan Lucas dan Eddy Sindoro

Baca: Petugas Imigrasi Soetta Akui Diperintah untuk Cek Daftar Cekal Eddy Sindoro

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini