nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BNPB Bakal Kembalikan Kehijauan Gunung Bawakaraeng Guna Antisipasi Banjir di Sulsel

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 19:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 24 609 2009045 kepala-bnpb-bakal-kembalikan-kehijauan-gunung-bawakaraeng-guna-antisipasi-banjir-di-sulsel-c5WBaFAKOc.jpg Kepala BNPB Doni Monardo saat Meninjau Langsung Banjir di Makassar, Sulsel (foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo berencana mengembalikan penghijauan Gunung Bawakaraeng untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Sulawesi Selatan. Doni mengatakan, akan membentuk paguyuban penyelamatan Gunung Bawakaraeng.

Menurut dia, perlu melibatkan seluruh komponen baik pemerintah, pakar dan para ahli untuk proses penghijauan Gunung Bawakaraeng. Hal itu, kata dia, untuk memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan. Kemudian, juga perlu melibatkan dunia usaha, komoditas milenial dan media untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

(Baca Juga: Banjir Sulsel Mulai Surut, BNPB: 30 Orang Tewas dan 25 Hilang) 

Banjir di Makassar, Sulawesi Selatan (foto: Herman A/Okezone)	Banjir di Makassar, Sulawesi Selatan (foto: Herman A/Okezone)

"Kita mau peduli dengan alam kalau alam kita jaga, maka alam jaga kita, ini sudah terbukti di hulu ini Gunung Bawakaraeng harus dikembalikan kehijaunnya," kata Doni saat memantau banjir di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/1/2019)..

Diketahui hujan deras sehari semalam yang disertai angin kencang juga membuat sebuah jembatan dan sejumlah rumah warga terseret arus deras dari aliran Sungai Jeneberang. Sementara debit aliran dari Waduk Bili-Bili juga makin berkurang.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menuturkan, di beberapa tempat banjir mulai surut. Debit aliran dari Waduk Bili-Bili juga makin berkurang. Hingga H+2 atau hari ini sekira pukul 14.00 WIB, dari data Pusdalops BPBD Sulsel tercatat 78 desa terdampak bencana.

Puluhan desa itu berada di 52 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap dan Bantaeng.

"Sebanyak 30 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 5.825 orang terdampak, 3.321 orang mengungsi, 76 unit rumah rusak (32 unit hanyut, 25 rusak berat, 2 rusak sedang, 12 rusak ringan, 5 tertimbun)," ujar Sutopo dalam siaran persnya.

(Baca Juga: Banjir di Makassar Setinggi Dada Orang Dewasa, Bantuan Dibawa Naik Perahu Karet)


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini