nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolong Cucu saat Banjir di Gowa, Nenek Nur Janna Akhirnya Meninggal Dunia

Witri Nasuha, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 15:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 25 340 2009363 tolong-cucu-saat-banjir-di-gowa-nenek-nur-janna-akhirnya-meninggal-dunia-sqWuthNBMq.jpg

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, warga dunia maya sempat dihebohkan oleh sebuah foto seorang nenek yang sedang menyelamatkan sang cucu di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Gowa pada Selasa 22 Januari 2019.

Diketahui nenek tersebut bernama Nur Janna Jalil. Ia bersama sang cucu, Wali terjebak banjir di kawasan BTN Zigma Kabupaten Gowa. Dalam foto tersebut tampak sang nenek menahan dirinya dengan bertumpu pada sebuah pohon yang dipeluk eratnya. Ia pun terlihat menggendong sang cucu agar tidak tenggelam dalam banjir yang ketinggiannya mencapai dada orang dewasa.

Tiga jam lamanya terendam banjir, sang nenek dan cucu pun akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dirawat di klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun, sehari setelahnya kondisi Nenek Nur Janna semakin memburuk hingga akhirnya kembali dirawat di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Takdir berkata lain, setelah mendapatkan perawatan medis Nenek Nur Janna menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung.

Di samping hal tersebut, banyak warganet yang mempertanyakan siapa orang dibalik foto Nenek Nur Janna yang tengah bertarung nyawa untuk menyelamatkan sang cucu. Beberapa di antara mereka mengecam orang dibalik foto tersebut yang harusnya menyelamatkan sang nenek dan cucunya.

Ananda Dina Algina seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang merupakan salah satu anak dari Nur Janna Djalil membuat pengakuan atas orang di balik foto tersebut. Ia mengaku bahwa dirinya yang telah memfoto ibu beserta keponakannya tersebut.

Bukan tanpa sengaja, ia pun kembali menceritakan apa yang telah dialaminya bersama sang ibu dan keponakannya dalam unggahan Instagram Story miliknya. Adinda mengaku tidak bisa menolong sang ibu karena tidak piawai dalam hal berenang. Ia juga menjelaskan, kepentingannya memfoto sang ibu untuk memberitahu keberadaanya bersama sang ibu kepada kakaknya.

“Yang nanya siapa yang foto, itu saya yang foto. Karena pada posisi itu hp saya sudah mau mati, ngetik juga susah karena layarnya basah kena air hujan, makanya saya ambil foto untuk kakak saya biar dia tau lokasi saya dan ibu saya di mana. Kenapa saya ga nolongin? Saya itu gatau berenang, bisa dilihat posisi saya dan ibu saya beberapa meter,” tulis Instagram Story milik @anandadina, Rabu (23/1/2019).

“Ibu saya berpegangan di pohon kayu, saya hanya menginjak batang yang mengapung dan pegangan ke pohon pisang. Pijakan saya itu rapuh jadi gabisa gerak banyak. Jadi yang saya bisa lakukan cuma menunggu bantuan sambil berteriak minta tolong,” akunya.

Selain menceritakan kembali apa yang dialaminya saat itu, Adinda juga menyangkal pernyataan warganet yang telah menyudutkan dirinya.

Adinda pun turut membagikan keberadaan Wali yang saat ini sudah dalam kondisi sehat dan tidak mengalami trauma setelah peristiwa banjir bandang tersebut.

“And for those people who also ask Wali gimana sekarang? Wali Alhamdulillah sehat, ga trauma sepertinya. Masih bisa nyeritain kejadian sambil ketawa ketawa,” tambahnya.

Ia pun turut meminta doa kepada semua pihak atas kepergian sang Ibu yang sempat selamat tetapi Tuhan berkendak lain. Ia pun berharap, tidak ada lagi pihak yang menyebarkan informasi berlebih mengenai kepergian sang Ibu.

“Innalillahi wa innailaihirojiun. Mohon doanya semua ibuku meninggal tadi sore di rumah sakit syech Yusuf Gowa. Almarhum korban selamat dari kejadian banjir kemarin, namun sore tadi meninggal mendadak dikarenakan serangan jantung. Mohon untuk tidak menambah nambah cerita dan cukup mendoakan saja,” ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini