"Melainkan Walikota Solo yang tidak punya kewenangan untuk membuat kebijakan mobil nasional," tutur Inas.
(Baca juga: Bawaslu Sita 396 Lembar Tabloid Indonesia Barokah)

Mobil Nasional atau Mobnas, kata Inas, merupakan kebijakan seorang Presiden dan bukan kebijakan Walikota, sedangkan yang dilakukan oleh Jokowi untuk Esemka pada tahun 2012 merupakan tugas seorang kepala daerah yang harus menjadi PR bagi daerahnya, diantaranya dalam sektor industri, perdagangan, parawisata.
Pada saat itu banyak kalangan yang antusias dan mendukung perakitan mobil Esemka karya siswa-siswa SMK Negri 1 Solo tersebut, dimana salah satunya adalah Rizal Ramli, tapi ndilalahnya setelah kegagalan uji emisi tahun 2012, semua pada balik badan meninggalkan Pak Jokowi sendirian, lalu Said Didu saat itu kemana aja? Kok mingkem?," tutup Inas.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.