BEKASI - Berwirausaha bisa menjadikan salah satu pilihan kaum ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan tambahan. Ilmu tersebut kini bisa didapat cuma cuma melalui pelatihan wirausaha rumahan cooking class yang disertai sosialisasi dari calon legislatif (Caleg) partai Perindo.
Warga Pondok Ungu, Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat puluhan peserta kaum ibu diajarkan cara membuat ayam crispy (fried chicken) dan martabak manis mini yang menjadi menu favorit dikalangan masyarakat.
Demikian disampaikan, caleg DPR RI Dapil VI (Kota Bekasi-Depok), Henky Eko Sriyantono di Bekasi, Sabtu 27 Januari 2018.
"Kedua menu dipilih karena bisa dijalankan tidak dengan modal besar. Dengan modal kecil kaum ibu sudah bisa membuat fried chicken dan martabak manis mini, menu ini khusus untuk usaha," ujar Wasekjen DPP Partai Perindo Bidang UMKM itu.

Menurut calon legislatif dengan nomor urut 1 itu, pelatihan cooking class juga menyediakan menu-menu lain yang tak kalah favorit dan layak untuk dijadikan usaha sampingan yang mendasari untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga agar tercipta kesejahteraan di tengah masyarakat.
"Perkembangan cenderung lambat dan perlu akselerasi agar UMKM bisa naik kelas. Inovasi, kreativitas dan promosi secara terus menerus perlu dilakukan," katanya.
Selain itu, kata dia, program yang menyasar kaum perempuan ini dijelaskan sejalan dengan visi misi Partai Perindo, menuju Indonesia sejahtera.
"Perindo concern untuk membentuk kaum perempuan agar lebih produktif bisa membangun perekonomian keluarga," paparnya.
Sementara itu, caleg DPRD Provinsi Jabar Dapil VIII (Kota Bekasi-Depok), Dudung Prilaksono menyebut program-program Perindo selalu mendapat respon positif dari masyarakat di berbagai wilayah.
"Kegiatan ini memang salah satu program Perindo. Kita Konsisten berinteraksi aktif dan ikut terlibat prakteknya ditengah masyarakat," kata dia.

Ia berharap pelatihan cooking class dapat menjadikan celana bagi masyarakat yang ingin mencoba berwirausaha.
"Peserta sangat antusias dan sangat aktif mengikuti pelatihan wirausaha tadi," katanya.
Sedangkan negara, kata Dudung, dari sektor UMKM terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia.
"Sangat besar pengaruhnya. Karena penyumbang PDB yang cukup besar serta yang bisa menyerap lapangan kerja," katanya.
Ia berharap, warga yang ingin memulai usaha di bidang UMKM untuk menekuni bidang kuliner yang telah diajarkan.
"Kalau ingin mencoba usaha kuliner jangan setengah setengah. Harus fokus dan tidak berhenti untuk memulai promosi," imbuhnya. (Wal)
(Rachmat Fahzry)