Kontak Senjata dengan KKSB di Papua, 1 Prajurit TNI Tewas Tertembak

Chanry Andrew S, iNews.id · Senin 28 Januari 2019 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 28 340 2010415 kontak-senjata-dengan-kksb-1-prajurit-tni-tewas-tertembak-b6inO6f46y.jpg Penembakan (Ist)

KENEYAM - Kontak senjata antara Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) kembali terjadi. Peristiwa tersebut kembali memakan korban, yakni Praka Nazarudin.

Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, Praka Nazarudin ditembaki dari arah ketinggian di sekitar Lapangan Terbang Mapenduma, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Selain, Praka Nazarudin, ada juga Praka Pagesa yang turut menjadi korban dari peristiwa tersebut.

 Baca juga: 3 Penyuplai Amunisi KKB Divonis 2,5 Tahun Penjara

Menurut Sianturi, saat peristiwa berlangsung keduanya sedang melaksanakan pengamanan lapangan terbang, terkait adanya pesawat yang akan landing dan take off di bandara Keneyam.

"Keduanya sedang melakukan pengamanan di ujung landasan tersebut dan ditembaki oleh kelompok yang diduga pimpinan Egianus Kogoya," kata Letkol Inf.Dax Sianturi, di Jayapura, Senin (28/1/2019).

Penembakan

 Baca juga: Tiba di Timika, Jenazah Pratu Mukamu Langsung Diberangkatkan ke Makassar

Lanjut Dax, rencananya jenazah Almarhum,Praka Nazarudin, besok akan dievakuasi ke Jayapura melalui Timika. Kedua anggota TNI tersebut saat ini berada di RSUD Timika. "Termasuk Praka Pagesa yang terkena luka rekoset pada bagian tangan kanannya," katanya.

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata, pimpinan Egianus Kogoya diduga kuat menjadi dalang penembakan anggota TNI. Data yang dimiliki Kodam Cenderawasih menyebutkan Egianus memang bermarkas di wilayah Mapenduma, yang merupakan daerah kabupaten Nduga.

 Baca juga: Prajurit TNI Tewas Korban OPM Akan Dievakuasi ke Timika

Aksi yang sebelumnya dilakukan Egianus adalah penganiayaan dan penembakan terhadap 28 pekerja Istaka Karya yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Jalan Trans Papua pada awal Desember 2018.

Sebelumnya, kelompok Egianus Kogoya juga diduga melakukan pemerkosaan kepada guru dan tenaga medis di Mapenduma pada pertengahan awal 2018. Egianus diduga memiliki 50-an anggota dan menggunakan 20-an senjata otomatis dan rakitan yang diperoleh dari hasil rampasan dalam penyerangan terhadap aparat keamanan yang bertugas di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini