nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedagang Cilok di Majalengka Beli Mobil Gunakan Uang Koin

Fathnur Rohman, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 16:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 28 525 2010440 pedagang-cilok-di-majalengka-beli-mobil-gunakan-uang-koin-Cy5nF4g9X5.jpg Tukang Cilok beli mobil gunakan uang receh

MAJALENGKA - Menabung pangkal kaya adalah peribahasa yang pantas disematkan kepada pasangan suami istri penjual cilok, Tirta (49) dan Mimin (44), warga Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Mereka membeli mobil berjenis Toyota Rush dengan uang koin hasil tabungannya selama tujuh tahun.

Pada Jumat, 25 Januari lalu, mereka datang ke Dealer Auto 2000, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dengan membawa uang kertas dan koin (receh). Diketahui, uang koin yang dibawa sebesar Rp50 juta, dengan dikemas menggunakan plastik.

Kedua pasangan suami istri tersebut menceritakan, awalnya niat mereka menabung adalah supaya bisa berangkat haji. Namun, karena waktu keberangkatan yang begitu lama, akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan uang hasil tabungannya tersebut untuk membeli mobil.

"Karena berangkat haji masih lama, kami sekeluarga memutuskan untuk membeli mobil. Anak saya sendiri yang pilih mobil Rush," kata Tirta.

Dirinya mengaku, selama tujuh tahun, ia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp262 juta. Uang yang dikumpulkannya itu didapat dari hasil bertani, dengan menyewa lahan sawah atau menggarapnya. Biasanya, sekali ia menggarap sawah, ia akan mendapat upah sebesar Rp1 juta per hektare.

"Saya memilik traktor, jadi pas musim garap sawah, banyak petani di desa saya meminta bantuan kepada saya, dari upah dan sewa itu, saya simpan untuk bekal naik haji. Saya juga dapat dari hasil jual gabah dari panen di sawah sekitar 2 sampai 3 ton," ucap dia.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia biasa mengandalkan penghasilannya ketika berjualan cilok, dengan keuntungan Rp50 ribu. Bahkan, dari berjualan cilok pun ia masih bisa menabung, serta bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, saat menabung, uang kertas akan ia titipkan ke adiknya yang bekerja di sebuah koperasi. Sedangkan, uang koin akan ia simpan di karung atau kotak bekas kerupuk.

Tirta sendiri sangat merasa bersyukur karena bisa memperoleh rizki yang berkah. Dirinya percaya, apa yang didapatnya itu karena rajin bersedekah, yakni ketika usai panen sebagian hasil panennya akan disisihkan, baik untuk berzakat atau lainnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini