
"Saya memilik traktor, jadi pas musim garap sawah, banyak petani di desa saya meminta bantuan kepada saya, dari upah dan sewa itu, saya simpan untuk bekal naik haji. Saya juga dapat dari hasil jual gabah dari panen di sawah sekitar 2 sampai 3 ton," ucap dia.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia biasa mengandalkan penghasilannya ketika berjualan cilok, dengan keuntungan Rp50 ribu. Bahkan, dari berjualan cilok pun ia masih bisa menabung, serta bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus perguruan tinggi.
Ia menjelaskan, saat menabung, uang kertas akan ia titipkan ke adiknya yang bekerja di sebuah koperasi. Sedangkan, uang koin akan ia simpan di karung atau kotak bekas kerupuk.
Tirta sendiri sangat merasa bersyukur karena bisa memperoleh rizki yang berkah. Dirinya percaya, apa yang didapatnya itu karena rajin bersedekah, yakni ketika usai panen sebagian hasil panennya akan disisihkan, baik untuk berzakat atau lainnya.
(Khafid Mardiyansyah)