nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Israel Akan "Usir" Pasukan Pengamat Internasional dari Hebron di Tepi Barat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 09:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 29 18 2010713 pm-israel-akan-usir-pasukan-pengamat-internasional-dari-hebron-di-tepi-barat-DvQ67w0RNe.jpg Foto: Temporary International Presence in Hebron's.

HEBRON – Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan akan mengusir pasukan pengamat asing yang ditempatkan untuk melindungi keselamatan warga Palestina dari Kota Hebron yang penuh konflik di Tepi Barat. Netanyahu menuduh pasukan pengamat yang disebut dengan Kehadiran Internasional Sementara di Hebron (Temporary International Presence in Hebron’s/TIPH) itu melakukan kegiatan anti-Israel.

"Kami tidak akan membiarkan belanjutnya kehadiran pasukan internasional yang bertindak melawan kami," kata Netanyahu dalam pernyataan yang mengumumkan bahwa mandat TIPH tidak akan diperbaharui. Pernyataan itu tidak merinci dugaan pelanggaran yang dilakukan TIPH.

BACA JUGA: Israel kembali Bangun Pemukiman Warga Yahudi di Tepi Barat

Kelompok Israel konservatif menuduh TIPH telah mengganggu para pemukim Yahudi yang hidup di bawah perlindungan tentara Israel di Hebron.

TIPH beranggotakan staf yang berasal dari Norwegia, Italia, Swedia, Swiss dan Turki. Laman jejaring kelompok pengamat itu mengatakan, pasukannya bekerja berdasarkan mandat enam bulan tetapi tidak menyebutkan kapan mandat yang sekarang berakhir.

Juru bicara TIPH menolak memberikan komentarnya mengenai pemutusan mandat tersebut, sementara pihak Palestina mengecam keputusan Netanyahu itu.

"Keputusan pemerintah Israel berarti mereka telah meninggalkan implementasi perjanjian yang ditandatangani di bawah naungan internasional, dan menyerahkan kewajibannya berdasarkan perjanjian ini," kata Juru Bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (29/1/2019).

BACA JUGA: 52 Anak Palestina Tewas oleh Tentara Israel Sepanjang 2018

TIPH dibentuk setelah seorang pemukim Israel membunuh 29 warga Palestina di sebuah kuil di Hebron yang suci untuk Muslim dan Yahudi pada 1994. Berdasarkan laman resmi TIPH, sejak penarikan pasukan sebagian dari Hebron yang dilakukan Israel pada 1998, pasukan pengamat itu telah "Mengamati dan melaporkan pelanggaran perjanjian dan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum HAM internasional."

Sebagian besar kekuatan dunia menganggap permukiman Israel di Tepi Barat, tempat yang diinginkan warga Palestina menjadi wilayah negaranya, sebagai tindakan ilegal. Namun, berbagai kecaman dan protes tidak dihiraukan Israel yang berkeyakinan bahwa Tepi Barat merupakan wilayah mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini