nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Enam Anak Tanzania Ditemukan Tewas dengan Anggota Tubuh Hilang, Diduga Demi Praktik Sihir

Indi Safitri , Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 29 18 2010932 enam-anak-tanzania-ditemukan-tewas-dengan-anggota-tubuh-hilang-diduga-demi-praktik-sihir-0L4TEVDvxv.jpg Ilustrasi.

NJOMBE – Enam anak di Tanzania tewas dengan telinga dan gigi mereka yang dilaporkan hilang dicabut dalam pembunuhan yang diduga dilakukan untuk praktik ilmu hitam. Beberapa anak yang berusia dua dan sembilan tahun juga kehilangan anggota tubuh mereka.

"Ini semua karena kepercayaan takhyul dan banyak yang percaya mereka akan mendapatkan bantuan dunia gaib," kata Komisaris Distrik Njombe, Ruth Msafiri sebagaimana dilansir BBC, Selasa (29/1/2019).

BACA JUGA: Tanzania dan Kisah tentang Tanah 75 Ribu 'Penyihir'

Polisi telah menahan satu tersangka, yang merupakan kerabat dekat dari tiga anak yang berasal dari keluarga yang sama.

Sepuluh anak telah hilang di Njombe sejak awal Desember dan empat ditemukan dalam keadaan hidup.

Para wartawan mengatakan bahwa beberapa dukun di wilayah itu telah memberi tahu orang-orang bahwa bagian tubuh manusia memiliki sifat khusus yang dapat memberikan mereka kekayaan dan keberuntungan.

“Kami telah mendesak semua orang tua dan wali untuk tetap waspada dan mengajarkan anak-anak mereka tentang bagaimana menentukan motif siapa yang berada di sekitar mereka,” ujar Msafiri.

Wakil Menteri Kesehatan, Pengembangan Masyarakat, Gender, Lansia dan Anak-anak Tanzania, Faustine Ndugulile, mengungkapkan kesedihannya atas kasus pembunuhan tersebut. Dia mengatakan bahwa di saat mereka yang berurusan dengan pertahanan dan keamanan sedang melihat kasus ini dari sudut pandang kriminal, departemennya menangani masalah yang sama dari sudut pandang pengembangan anak-anak dan pengobatan tradisional.

Para pelaku biasanya mengincar anak-anak yang diambil dari rumah mereka pada malam hari, ketika orang tua mereka sedang berjualan makanan di pasar.

BACA JUGA: Bagian dari Budaya, Ribuan Dukun di Tanzania Tercatat Secara Resmi

Menurut keterangan Atupele Sanga, seorang penduduk Desa Chaugingi di Njombe yang dilansir All Africa, sejak sekolah dibuka tiga pekan lalu, setiap orang tua telah mengawal anaknya baik saat pulang maupun pergi ke sekolah sebagai bagian dari cara mereka melindungi anaknya.

“Kami memiliki lebih sedikit jam kerja saat ini karena mengantar anak-anak kami ke sekolah di pagi hari dan menjemput mereka kembali di sore hari. Situasinya lebih buruk karena kami bahkan takut meninggalkan anak-anak kami di rumah karena pembunuhnya belum diketahui hingga saat ini,” katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini