Mereka yang dikirim untuk dididik ulang akan melakukan kerja berat di tambang, pertanian atau peternakan. Menurut seorang pembelot yang pernah menjabat sebagai pejabat senior di Korea Utara, "dikirim ke tambang Komdok adalah hukuman pendidikan ulang yang paling keras”.
"Pemecatan Han Song-ryol terkait dengan pekerjaan jangka panjangnya di Utara yang berurusan dengan AS. Dia mungkin dicap mata-mata karena bertahun-tahun bertugas sebagai ' titik kontak utama AS di Utara," kata seorang sumber pemerintah.
BACA JUGA: Teringat Pengkhianat Negara, Jong-un Hancurkan Taman Hiburan
Han lahir pada 1954 dan lulus dari Universitas Kim Il-sung sebelum bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1980. Ia menjabat sebagai wakil kepala misi Korea Utara di PBB dari 2002 sampai 2006 dan diangkat sebagai direktur jenderal departemen urusan AS di Kementerian Luar Negeri pada 2015.
Beberapa pengamat menilai pemecatan Han terkait pembersihan orang-orang yang setia pada Jang Song-thaek, tokoh berpengaruh Korea Utara yang dihukum mati oleh Kim Jong-un pada 2013. Sementara ada juga yang menduga Han dianggap bersalah karena dekat dengan Thae Yong-ho, wakil duta besar Korea Utara untuk Inggris yang membelot ke Korea Selatan pada 2016.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.