Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perindo Asapi Kawasan Padat Penduduk di Medan Denai

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Rabu, 30 Januari 2019 |22:04 WIB
 Perindo Asapi Kawasan Padat Penduduk di Medan Denai
Foto: Okezone
A
A
A

MEDAN - Para calon anggota legislatif (caleg) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar bakti sosial kesehatan berupa pengasapan (fogging), di kawasan padat penduduk Jalan Tangguk Bongkar, Kelurahan Tegal Sari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Rabu (30/1/2019).

Hadir dalam kegiatan itu, Caleg DPR-RI Perindo dari daerah pemilihan (dapil) Sumut-1 nomor urut 1, Rudi Zulham Hasibuan; Caleg DPRD Sumut dapil Sumut-1 nomor urut 1, Donna Yulietta Siagian; dan caleg DPRD Medan dapil Medan-4 nomor urut 2, Godfried Lubis.

Ratusan rumah warga yang berada di gang-gang sempit menjadi objek pengasapan. Para caleg Perindo juga mengasapi areal kosong dan parit-parit yang ada di sekitar rumah warga.

Rudi Zulham Hasibuan mengatakan, kegiatan fogging ini mereka lakukan dalam rangka menindaklanjuti instruksi Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo untuk melaksanakan program fogging nasional pasca ditetapkannya kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengeu (DBD) di sejumlah daerah di Indonesia.

"Program ini kita laksanakan untuk mengantisipasi terjadinya KLB di Medan seperti di daerah lain. Ini sesuai dengan instruksi ketua umum kita. Fogging ini juga kita lakukan karena di daerah ini baru saja ada korban meninggal dunia akibat DBD. Sehingga kita merasa perlu turun untuk menjawab keresahan masyarakat akan menjangkitnya penyakit ini," sebut Rudi.

 sda

Rudi yang juga merupakan Ketua DPW Partai Perindo Sumut itu menyebutkan, fogging merupakan langkah awal mereka untuk mencegah terjadinya kasus DBD, namun masyarakat lah sesungguhnya yang harus berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan pola hidup sehat, untuk mengantisipasi terjangkitnya mereka dari DBD.

"Kalau tidak ditindaklanjuti, maka apa yang kita lakukan hari ini akan sia-sia. Makanya kita harus berkolaborasi melawan DBD ini. Kita solid kita pasti bisa," tukasnya.

Sementara itu, Donna Yulietta Siagian mengatakan, dalam kegiatan fogging itu, sebanyak ratusan rumah di radius 2 kilometer mereka asapi untuk memastikan tidak lagi ada nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD, yang siap menjangkiti masyarakat.

Namun mereka cukup miris melihat kondisi permukiman masyarakat yang berada di gang sempit tanpa drainase yang baik. Dimana kondisi itu membuat daerah itu kerap dilanda banjir jika musim penghujan tiba.

"Miris kita, kondisi lingkungan masyarakat membuat mereka sangat dekat dengan DBD. Pemerintah Daerah harus lebih peduli dengan menyediakan drainase yang baik untuk warga,"sebutnya.

 sa

"Kita juga prihatin dengan sempitnya akses jalan ke rumah warga. Bahkan kita tadi sampai harus bertabrak-tabrakan dengan warga saat fogging tadi. Saya enggak kebayang kalau terjadi kebakaran di sini, bagaimana bisa cepat pemadamannya. Pemerintah kota harus bertindak cepat sebelum ada korban jiwa. Saya sebagai perempuan miris sekali. Apalagi disini banyak ibu-ibu dan anak-anak," tandasnya.

Kegiatan baik sosial kesehatan berupa fogging ini sendiri merupakan satu dari sekian banyak program sosial yang sudah diluncurkan Perindo. Bahkan program fogging sudah dijadikan program nasional.

Selain fogging, masih ada program bantuan lainnya. Diantaranya Gerobak Perindo, pengobatan gratis, bantuan kapal nelayan, Betor Perindo.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement