nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai GPS saat Berkendara Bisa Dibui, Simak UU yang Mengaturnya

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 09:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 31 337 2011749 pakai-gps-saat-berkendara-bisa-dibui-simak-uu-yang-mengaturnya-9JCSkBMqbL.jpg Ilustrasi para pengendara motor. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Pelarangan penggunaan perangkat global positioning system (GPS) saat berkendara terus menuai polemik. Dilarangnya pengemudi kendaraan bermotor mengoperasikan GPS karena dinilai akan menimbulkan sulit berkonsentrasi. Pemerintah pun sudah mengatur terkait hal tersebut dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun, sebagian pengemudi tidak sepakat dengan adanya peraturan tersebut. Mereka pun menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sayangnya, Rabu 30 Januari 2019, MK menyatakan menolak gugatan uji materi UU 22/2009 itu.

(Baca juga: Putusan MK: Gunakan GPS saat Berkendara Terancam Dibui)

Lalu sebenarnya peraturan apa saja mengatur para pengemudi dalam melajukan kendaraannya di jalan, terutama agar bisa berkonsentrasi penuh dan tidak menimbulkan kecelakaan? Berikut ini Okezone paparkan, sebagaimana dirangkum dari sejumlah sumber, Kamis (31/1/2019).

Pasal 106 Ayat (1) UU LLAJ

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi."

Penjelasannya menyebutkan: "Yang dimaksud dengan penuh konsentrasi adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan."

Ilustrasi GPS. (Foto: Ist)

Pasal 283 UU LLAJ

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan 'melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan' sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000."

(Baca juga: Larangan Penggunaan GPS bagi Ojek Online Masih Perlu Sosialisasi)

Sebagaimana diberitakan, para pemohon mengajukan gugatan terhadap Pasal 106 Ayat 1 UU LLAJ karena menilai kata "konsentrasi" yang ada di dalamnya dianggap tidak jelas penafsirannya.

Selain itu, pemohon merasa dirugikan dengan adanya larangan tersebut karena mereka sangat bergantung dengan aplikasi GPS saat bekerja. Apalagi, para pemohon beralasan GPS yang digunakan ketika berkendara tidak mengganggu konsentrasi.

Meski demikian, Hakim MK menilai gugatan pemohon tidak beralasan menurut hukum. "Tidak ada persoalan inkonstitusionalitas terkait penjelasan pasal tersebut," ujar Ketua MK Anwar Usman di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Rabu 30 Januari 2019.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini