nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Ketapang Tak Akan Perpanjang Kontrak ASN yang Terlibat Prostitusi

Dina Prihatini, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 19:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 31 340 2012094 bupati-ketapang-tak-akan-perpanjang-kontrak-asn-yang-terlibat-prostitusi-4ybkAnSMHw.jpg Foto Ilustrasi Okezone

PONTIANAK - Diduga jadi mucikari prostitusi online, pegawai honorer Dinas PUPR Kabupaten Ketapang ditangkap anggota Polres Ketapang. Kasus ini pun jadi perhatian khusus oleh orang nomor satu di Kabupaten yang terkenal dengan kota ale-ale itu.

Bupati Ketapang, Martin Rantan mengaku kaget dan terkejut dengan pemberitaan yang melibatkan tenaga honorer di Kabupaten yang ia pimpin, karena saat kejadian ia sedang di wisuda di Kota Pontianak karena telah menyelesaikan Pendidikan S2 di Universitas Tanjungpura.

"Saya tidak tau dan sangat kaget sekali mendengar berita ini," ungkapnya kepada Okezone, Kamis (31/1/2019).

 (Baca juga: Diduga Jadi Muncikari Online, Honorer Cantik Dinas PUPR Diciduk)

Ia pun menegaskan, terkait kasus yang menimpa pegawai honorer di Dinas PUPR Ketapang itu, ia selaku Bupati tidak akan memperpanjang kontrak pegawai honorer tersebut.

"Karena terduga pelaku adalah tenaga kontrak maka tidak akan diperpanjang kontraknya," tegasnya.

 dd

Selain mengaku kaget, ia sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Ketapang untuk menjadi pelajaran agar tidak mencoba dan sampai terjerumus ke kasus yang sama.

"Imbauan saya kepada seluruh pegawai memberikan contoh yang baiklah kepada masyarakat. Jangan sampai terjerumus seperti kasus yang saat ini terjadi," jelasnya mengingatkan.

 (Baca juga: 5 Fakta Baru Kasus Vanessa Angel, Jatuh Pingsan hingga Keraguan sang Ayah)

Iapun menambahkan akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Ketapang terkait kasus yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelayan masyarakat itu.

"Akan segera berkoordinasi ke Kadis PUPR yang tentu harus segera diselesaikan agar tidak dicontoh oleh pegawai lainnya," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini