Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelombang Setinggi 4 Meter Ancam Perairan Indonesia, Ini Lokasinya

Gelombang Setinggi 4 Meter Ancam Perairan Indonesia, Ini Lokasinya
Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait prediksi adanya gelombang setinggi 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Gelombang tinggi itu diperkirakan terjadi pada 31 Januari hingga 7 Februari 2019.

"Waspadai potensi kejadian gelombang tinggi (2,5–4,0 meter) di perairan Indonesia," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Jumat (1/2/2019).

Ia menuturkan, perkiraan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter ini dipicu adanya anomali atau penyimpangan suhu permukaan laut di sebagian wilayah perairan Indonesia selama Februari yang lebih hangat dari normalnya. Kondisi tersebut, lanjut dia, cukup berkontribusi terhadap penambahan suplai uap air di wilayah Tanah Air.

(Baca juga: Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng hingga Awal Februari)

Dwikorita mengatakan, adanya tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara mengakibatkan anomali itu berimplikasi pada terdorongnya massa uap air menuju Indonesia bagian barat yang menjadi tambahan suplai uap air dalam pembentukan dan pertumbuhan awan hujan.

"Sirkulasi tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sekitar Maluku dan Papua yang mengakibatkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan," kata Dwikorita.

Gelombang tinggi. (Foto: Ist)

Akibatnya, ucap dia, pergerakan massa uap air dari Australia bagian utara yang bergerak menuju Indonesia bagian barat mengalami penguatan, sehingga berdampak pada potensi peningkatan kecepatan angin, potensi hujan lebat, dan ketinggian gelombang laut di beberapa wilayah perairan di Indonesia.

Adapun wilayah yang diperkirakan terdampak gelombang tinggi yaitu Laut Natuna Utara, Laut Arafuru, Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, Perairan Kepulauan Halmahera, Perairan Yos Sudarso, Perairan Kepulauan Babar hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

(Baca juga: Awas! Gelombang Setinggi 5 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng)

Dwikorita menuturkan, dengan demikian BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada. Para nelayan serta pelayaran juga diminta memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

"Memerhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas di pesisir. Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir," tuturnya.

(Hantoro)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement