nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Sebut Penggunaan Isu SARA Belum Capai Level Mengkawatirkan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 17:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 337 2012556 kemendagri-sebut-penggunaan-isu-sara-belum-capai-level-mengkawatirkan-skcZBOE0bD.jpg Bahtiar (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) jelang Pemilu 2019 belum mencapai level yang mengkhawatirkan. Salah satu tolok ukurnya isu SARA belum mengarah ke konflik.

"Biasa saja sebenarnya. Belum terlalu luar biasa, masih wajar-wajar saja. Belum sampai menjadi masalah," kata Kapuspen Kemendagri, Bahtiar dalam diskusi #KemendagriMediaForum bertema ‘Pancasila, Hoax dan Toleransi: Ancaman Pemilu 2019’ di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2019).

Menurut Bahtiar, SARA merupakan sebuah keniscayaan yang pasti keberadaannya atau dalam terminologi agama disebut sunatullah. Namun, SARA akan menjadi persoalan ketika ia dikapitalisasi untuk mendulang suara hingga menyebabkan konflik.

"Kalau itu berubah menjadi konflik, baru itu menjadi persoalan," ujarnya.

 

Ia mencontohkan, partai politik di Indonesia dibangun berdasarkan pengelompokkan ideologi, di antaranya berbasis agama atau nasionalis dan religius. Bahkan ada yang mengkombinasikan keduanya menjadi nasionalis-religius. Karenanya, hal ini tidak menjadi persoalan.

Bahtiar menilai, dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berlaga di Pilpres 2019 memiliki jiwa negarawan. Begitu juga dengan pimpinan partai politik pengusung dua paslon tersebut. Karena itu, Kemendagri optimis penyelenggaraan Pilpres 2019 berlangsung lancar dan damai.

"Saya harus sebarkan optimisme bahwa dua paslon kita itu negarawan. Tidak mungkin beliau mempertaruhkan hanya karena kursi. Begitu juga dengan pimpinan partai," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini