Granat Jerman Ditemukan Di Antara Kiriman Kentang Prancis di Hong Kong

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 04 Februari 2019 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 04 18 2013484 granat-jerman-ditemukan-di-antara-kiriman-kentang-prancis-di-hong-kong-FvdBkMote3.jpg Foto: AFP.

HONG KONG – Sebuah granat Jerman dari masa Perang Dunia I ditemukan di antara kiriman kentang Prancis yang diimpor untuk sebuah pabrik keripik di Hong Kong pekan lalu. Untungnya, tidak ada korban dalam kejadian itu dan granat tersebut berhasil diledakkan dengan selamat di luar pabrik camilan Calbee pada Sabtu.

"Granat itu dalam kondisi tidak stabil karena sebelumnya telah dilepaskan tetapi gagal meledak," kata Superintendent Wong Ho-hon dari Kepolisian Hong Kong sebagaimana dilansir AFP, Senin (4/2/2019).

Wong mengatakan, polisi meledakkan granat itu di lokasi dengan terlebih dahulu memasukkannya ke dalam saluran pembuangan pabrik. Granat itu memiliki diameter delapan sentimeter dengan berat sekira satu kilogram.

"Semua informasi sampai saat ini menunjukkan bahwa granat itu diimpor dari Prancis bersama dengan kentang lainnya," jelas Wong.

Granat itu diyakini telah ditinggalkan di parit selama Perang Dunia I dan secara tidak sengaja berkumpul dengan kentang yang ditanam satu abad kemudian di bekas medan perang.

"Jika tertutup lumpur, granat itu kemungkinan telah ditinggalkan, dijatuhkan oleh tentara di sana selama perang, atau ditinggalkan di sana setelah dilempar," kata sejarawan militer Universitas Hong Kong Dave Macri kepada South China Morning Post.

"Parit itu kemudian diisi dan digunakan sebagai ladang yang sedang tumbuh, dan granat itu dilemparkan ke dalam kumpulan kentang yang dipanen ... dan dikirim ke Hong Kong."

Polisi Hong Kong terbiasa berurusan dengan amunisi lama peninggalan perang, meskipun lebih sering dari jenis bom Amerika Serikat (AS) yang dijatuhkan setelah kota itu jatuh ke kekuasaan Jepang selama Perang Dunia II.

Tahun lalu pasukan penjinak bom Hong Kong menjinakkan tiga bom besar Perang Dunia II, dua di antaranya ditemukan di sebuah lokasi di Distrik Wanchai yang sibuk di mana pekerjaan pembangunan stasiun kereta bawah tanah baru sedang berlangsung.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini