TKN: Timses Prabowo Membenturkan Jokowi dengan Pemerintah Rusia

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 11:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 05 605 2013900 tkn-timses-prabowo-membenturkan-jokowi-dengan-pemerintah-rusia-55U1Eyqh3e.jpg Ace Hasan Syadzily (Okezone)

JAKARTA - Ucapan capres petahana Joko Widodo soal 'propaganda Rusia' menuai kontroversi. Tim Kampanye Nasional (TKN) sudah menjelaskan apa yang diucapkan Jokowi hanyalah sebuah istilah, tidak merujuk pada negara Rusia itu sendiri.

Jubir TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan, BPN Prabowo-Sandi kembali menggunakan kasus propaganda Rusia sebagai drama dalam beberapa babak. Babak pertama mencoba membenturkan Jokowi dengan pemerintah Rusia.

 Baca juga: Ketum Golkar Bantah Jokowi Blunder soal Propaganda Rusia

"Caranya dengan menghadap-hadapkan pernyataan Pak Jokowi dengan reaksi Kedubes Rusia. Narasi yang dimainkan adalah Pak Jokowi diserang tidak paham tata krama diplomatik dan sebagainya," kata Ace kepada wartawan, Selasa (5/2/2019).

 Ace Hasan Syadzily

Padahal, kata Ace, sudah jelas bahwa dalam pernyataannya, Jokowi tidak mengasosiasikan dengan Rusia sebagai Negara. Tapi sebagai istilah dan referensi akademik sebagaimana yang ditulis oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews dalam artikel yang berjudul The Rusdian Firehose of Falsehood yang terbit tahun 2016 yang lalu.

 Baca juga: Soal Konsultan Rusia, BPN: Jangan Picu Perdebatan yang Jauh dari Kepentingan Rakyat

"Penggunaan methode Rusia tidak ada hubungan dengan pemerintah dan Negara Rusia. Kalaupun ada indikasi penggunaan methode ini juga yang melibatkan konsultan-konsultan asing asal Rusia. Jelas tidak berhubungan dengan pemerintah Rusia," ucapnya.

Ace menuturkan, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia selama ini berjalan dengan baik. Hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia justru semakin erat di era Jokowi. Bahkan terakhir pada 14 November 2018, ketika KTT ASEAN 33, Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Putin di Singapura untuk peningkatan kerjasama ekonomi dua negara.

 Baca juga: Dukungan ASN ke Jokowi Naik, tapi Masih Kalah populer dari Prabowo

"Babak kedua dari drama Rusia yang dimainkan BPN Prabowo Sandi adalah drama Bojongkoneng. Drama Bojongkoneng adalah memainkan narasi serba lokal baik strategi lokal maupun konsultan lokal. Di era keterbukaan seperti saat ini, sangat mudah untuk melihat jejak dari penggunaan strategi Firehose of Falsehood," tandas politisi Golkar itu.

"Strategi ini jelas menjiplak dari strategi kampanye Donald Trump dan Bolsonaro. Melihat kemiripan strategi maka sulit untuk percaya itu strategi lokal ala Bojongkoneng. Dan dilihat dari cara memainkan emosi maka bisa diindikasikan juga bahwa ada penetrasi teknologi dan juga penggunaan Big Data yang disuplai dari konsultan asing," tutup Ace.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini