nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa ATKP Makassar Meninggal Tak Wajar di Kampusnya, Diduga Korban Aniaya

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 17:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 05 609 2014038 mahasiswa-atkp-makassar-meninggal-tak-wajar-diduga-dianiaya-seniornya-BszwD0y0u5.jpg Penganiayaan (Shutterstock)

MAKASSAR - Mahasiswa Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra (19) meninggal dunia. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Sayang Rakyat dengan penuh luka lebam dan luka di bagian dalam tubuhnya.

Sejak kecil, Aldama diharapkan keluarganya kelak dapat menjadi kebanggaan. Anak laki-laki dari Daniel dan itu kini pupus.

"Selamat jalan anak ku," tulis ayahnya di akun facebook Samna Bhayangkara, Selasa (5/2/2019).

 Baca juga: PRT Bunuh Bayi 2 Bulan di Depok karena Kesal Korban Sering Rewel

Walau penyebab kematian Aldama masih simpang siur, ayahnya menganggap ada hal yang tidak wajar dibalik kematian putranya. Hal ini dikarenakan saat pihak keluarga melakukan otopsi terhadap jazad Aldama, ditemukan sejumlah luka lebam.

 Taruna ATKP Makassar (fb)

Samna menduga, luka itu akibat penganiayaan. "Anak kami pergi sekolah baik-baik, pulang-pulang bawa jenazah, alasannya jatuh di kamar mandi tutur pengasuh," tulisnya.

 Baca juga: PRT Penganiaya Bayi hingga Tewas Baru Kerja 4 Hari

"Ternyata setelah diotopsi anak kami (diduga) dianiaya senior dan rekan-rekannya," tulisnya.

Sementara kepolisian telah memeriksa sebanyak 22 saksi terkait kasus meninggalnya korban.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan pemeriksaan dilakukan secara maraton, dari kemarin pagi sampai tadi malam.

 Baca juga: Aniaya Satpam, Dolar Dihukum 4 Bulan Penjara

"Jadi untuk sementara kami menetapkan satu tersangka atas inisial MR. Adapun pelaku, sampai saat ini saya telah memeriksa 22 orang saksi," kata Dwi.

Dalam kasus ini sudah menetapkan satu tersangka yakni Muhammad Rusdi (21). "Jadi hanya karena melihat ada pelanggaran di saat selesai IPL, dan saat pulang menurut informasi korban tidak menggunakan helm ke kampus itu," jelas Dwi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini