nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Meikarta Akan Konfrontasi Sekda Jabar dengan DPRD dan Pemkab Bekasi soal Suap Rp1 Miliar

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 11:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 06 525 2014264 sidang-meikarta-akan-konfrontasi-sekda-jabar-dengan-dprd-dan-pemkab-bekasi-soal-suap-rp1-miliar-fxg8aeyQwp.jpg Sekda Jawa Barat Iwa Kurniwa saat Menjalani Pemeriksaan di KPK (foto: Heru Haryono/Okezone)

BANDUNG - Sidang lanjutan kasus suap perizinan Meikarta kembali digelar di Pengadilan Tipikor, pada Pengadilan Negeri Bandung. Sidang pada Rabu (6/2/2019) mengagendakan pemanggilan beberapa saksi yang akan dikonfrontasi terkait penerimaan uang suap perizinan proyek Meikarta.

Sudah hadir dalam ruang sidang, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa; Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Rahmi; Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Henry Lincoln; Anggota DPRD Jabar, Waras Wasisto dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sulaeman.

Kasus Suap Meikarta, KPK Periksa Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa

(Baca Juga: Aliran Uang Meikarta Turut Mengalir ke Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi)

Saksi-saksi tersebut akan dikonfrontasi mengenai penerimaan uang Rp1 miliar yang diduga suap mega proyek Meikarta.

Dalam persidangan sebelumnya, nama Iwa disebut menerima duit Rp1 M saat proses Raperda Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi. Penerimaan uang itu melibatkan Neneng Rahmi, Hendry Lincoln, Waras Wasisto dan Sulaeman. Mereka bertemu di Rest Area KM 72 Tol Cipularang.

Namun, Iwa membantah menerima uang Rp1 miliar terkait proyek Meikarta. Bahkan Iwa menganulir berita acara pemeriksaan (BAP) sendiri saat disebut jaksa menerima bantuan berupa banner saat proses penjaringan bakal calon Gubernur Jabar di PDIP.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa sempat menjelaskan soal pertemuannya dengan Waras Wasisto anggota DPRD Jabar, Neneng Rahmi Kabid Tata Ruang, anggota DPRD Bekasi Soleman dan Henry Lincoln, eks Sekdis PUPR Bekasi, di KM 72 Tol Cipularang.

(Baca Juga: Sekda Jabar: Pertemuan di Cipularang, Hanya Sebatas Menghargai)

Pertemuan itu, diketahui Iwa baru saja hendak pulang ke Bandung dari Jakarta. "Saya di kontak pak Waras, untuk bertemu di KM 72," ungkap Iwa dalam persidangan Senin 28 Januari 2019.

Dalam pertemuan itu, Iwa mengatakan pertemuan membicarakan revisi Raperda RTRW yang membahas RDTR. Namun di situ Iwa meminta untuk bertemu di kantor. Hal itu dikarenakan menurut Iwa, merupakan urusan dinas.

Iwa menerangkan, pertemuan itu hanya sekedar menjaga hubungan baik dengan Waras, yang menjabat sebagai anggota DPRD Jabar.

Pertemuan pun, selanjutnya dilanjutkan di ruangan kerjanya di Gedung Sate. Disana, dibahas kembali soal pembahasan pengesahan Raperda RTRW/RDTR Bekasi.

"Di pertemuan itu kan saya sudah katakan tidak bisa bantu. ‎Setelah itu, orang dari Bekasi keluar, pak Waras di dalam. Dia bilang jika bisa bantu, nanti akan ‎ada bantuan banner (alat kampanye) berkaitan dengan pencalonan di Pilgub Jabar. Saya katakan, saya bukan Ketua BKPRD Jabar, jadi tidak bisa saya bantu," ujar Iwa.

Iwa pun membantah jika dirinya, telah menerima uang suap sejumlah Rp1 miliar. "Saya tidak menerima uang Rp1 M," bantah Iwa.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini