
"Setelah mendapatkan kabar tersebut saya langsung menuju kamar jenazah untuk melihat kondisi anak saya," ungkapnya
Namun, saat di depan jenazah anaknya tersebut Daniel melihat ada kejanggalan karena luka yang di badan anaknya itu sangat aneh jika alasan dari pengasuh hanya jatuh di kamar mandi.
"Saya periksa semua badannya, ada luka-luka di kepalanya, jidatnya, sama memar di perut dan tangannya. Saya berfikir tidak wajar kematian anak saya. Namun pihak ATKP mengatakan anak saya jatuh di kamar mandi," ungkapnya.
Terpisah, Pembantu Direktur (Pudir) ATKP, Irfan saat dikonfirmasi membenarkan kabar meninggalnya salah satu tarunanya ATKP tingkat satu itu.