nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampus Sempat Tutupi Penyebab Tewas Taruna ATKP Makassar, Pengamat Sosial: Itu Cara Primitif

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 06:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 609 2014656 kampus-sempat-tutupi-penyebab-tewas-taruna-atkp-makassar-pengamat-sosial-itu-cara-primitif-inKg3ffRvU.jpg Rekan taruna ATKP Aldama Putra saat melayat ke rumah duka. foto/Okezone

JAKARTA - Tewasnya salah satu taruna dari Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) di Makassar, Sulawesi Selatan bernama Aldama Putra sempat ditutupi oleh pihak kampus dengan mengatakan bahwa muridnya meninggal karena jatuh di kamar mandi.

Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati menilai keputusan kampus mencoba menutupi penyebab kasus tersebut merupakan cara-cara primitif.

"Sekarang diera keterbukaan seperti ini, sulit sebenarnya bagi kampus atau organisasi apa pun untuk menutupi kesalahan. Ini cara-cara kalau dalam krisis komunikasi. Itu cara-cara yang primitif," ujar Devie Rahmawati kepada Okezone, Rabu (6/2/2019).

Foto/Okezone 

Devie melanjutkan jika institusi melakukan kesalahan dan memutuskan untuk menghindari masalah itu, maka hal tersebut justru memperlihatkan kepada publik bahwa sebuah institusi tidak memiliki sistem yang baik.

"Ketika Anda kemudian menghindari dari problem (masalah-red), kemudian mengambil pilihan untuk bahkan menyalahkan pihak lain, yang kemudian malah justru membuat Anda terlihat sekali tidak memiliki sistem," tuturnya.

Baca: Sebelum Tewas, Aldama Curhat ke Sahabatnya soal Kekerasan di ATKP Makassar 

Baca: Tewas Dikeroyok Senior, Kampus Beri Kabar ke Orangtua Aldama Jatuh dari Kamar Mandi

Devie menyarankan agar sebuah institusi lebih mementingkan langkah apa ke depan agar kasus tersebut tidak terulang kembali.

"Kalau memang sudah terjadi, langkah ke depannya yang terpenting sebenarnya program apa yang dilakukan agar ini tidak terjadi lagi. Karena kita tahu ini bisa terjadi di mana pun. Kita juga menyayangkan orang-orang yang mengambil hak orang atau individu yang untuk menghindari masalah," papar Devie.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini