nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peras Kepala Sekolah hingga Jutaan Rupiah, 3 Oknum Wartawan Ditangkap

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 19:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 08 519 2015405 peras-kepala-sekolah-hingga-jutaan-rupiah-3-oknum-wartawan-ditangkap-EPLNw3Vhav.jpg Tiga wartawan ditangkap karena peras kepala sekolah hingga jutaan rupiah. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)

MALANG – Tiga orang yang mengaku sebagai wartawan dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kerap memeras diamankan Polres Malang. Ketiganya dilaporkan telah beberapa kali melakukan pemerasan terhadap sejumlah orang di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketiga oknum wartawan tersebut ialah M Sayuti (48) warga RT 02 RW 04, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis; Yanto (31), warga Dusun Krajan RT 4 RW 1 Desa Asrikaton, Pakis, Kabupaten Malang; dan Ahmad Dahri (40), warga Jalan Tambak asri 01/16 RT 15/06 Morokembangan, Kota Surabaya.

“Ketiga oknum wartawan ini kami tangkap usai melakukan pemerasan lembaga pendidikan sekolah dasar di wilayah hukum Polres Malang. Laporannya tidak hanya sekali melakukan pemerasan," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, saat rilis di Mapolres Malang, Jumat (8/2/2019) siang.

Yade menambahkan, pelaku Sayuti ditangkap lantaran kedapatan menerima uang dari pihak SDN 3 Asrikaton Pakis. "Sayuti kami tangkap lantaran kedapatan menerima uang di TKP yakni SDN 3 Asrikaton Pakis," tuturnya.

Pihaknya menyatakan, ketiganya sempat meminta sejumlah uang kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Asrikaton Pakis.

Dari ketiga pelaku, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp2 juta. Selain itu beberapa kartu identitas PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia) atas nama Achmad Dahri, kartu pers Seputar Malang atas nama Moch Suyuti, kartu pers Radar Nasional Kabiro Kota Batu atas nama Moch Suyuti, dan surat tugas pemantau keuangan negara atas nama Achmad Dahri.

Polres Malang rilis kasus pemerasan yang dilakukan 3 wartawan. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)

Selain itu, polisi mengamankan surat tugas pemantau keuangan negara atas nama Yanto, serta barang bukti berupa 3 KTP atas nama para pelaku pemerasan dan 4 handphone.

“Saat menakut-nakuti korbannya, pelaku juga mengaku mendapat tugas sebagai lembaga pemantau keuangan negara. Kami masih melakukan pengembangan kasus ini karena sebelum di tempat sekolah, infonya pelaku juga melakukannya ditempat lain,” tuturnya.

Aksi mereka ini, tambah Yade, dengan modus mendatangi sekolah lantaran ada siswanya yang tertusuk gunting. Agar tidak diberitakan, pelaku meminta uang Rp7,5 juta.

"Tapi korban tidak memberi uang yang diminta pelaku karena tak punya uang. Namun, pelaku terus mendesak korban akhirnya mau memberikan Rp2 juta dan meminta pelaku datang ke sekolah," ujarnya.

Akan tetapi, kepada petugas satu dari oknum wartawan yang tertangkap berdalih, datang ke sekolah untuk mengajukan proposal.

“Supaya tidak terulang lagi, kami mengimbau pihak sekolah, desa-desa, dan masyarakat, jangan takut untuk melapor jika didatangi oknum-oknum seperti ini. Karena ulah mereka sangat meresahkan dan mencederai profesionalitas wartawan itu sendiri,” bebernya.

Atas perbuatan ketiganya dijerat Pasal 368 tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini